Stafsus Menteri ESDM Buka-bukaan Soal Strategi RI Kurangi Ketergantungan Impor Gas hingga BBM
Kamis, 23 Februari 2023 - 13:47 WIB
loading...
Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Pertambangan, Irwandy Arif buka-bukaan soal sejumlah strategi telah disiapkan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Mengurangi ketergantungan impor energi, sejumlah strategi telah disiapkan pemerintah. Pertama, peningkatan investasi hulu migas , dengan melakukan perbaikan fiscal term, assume and discharged, perbaikan regulasi melalui revisi UU Migas untuk memberikan kepastian hukum migas dan dukungan daerah.
Baca Juga: Konsumsi BBM Tinggi tapi Produksi Minim, Bahan Bakar Fosil RI Terancam Habis dalam 15 Tahun
Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Pertambangan, Irwandy Arif memaparkan, selain itu pemerintah juga akan meningkatkan produksi minyak bumi menjadi 683 juta barel, seperti di Wilayah Kerja (WK) atau blok migas Cepu di Jawa Timur, maupun melakukan Enhanced Oil Recovery (EOR) di Blok Rokan, Riau.
"Gas bumi pada jangka pendek akan beroperasi Train 3 dari proyek Lapangan Tangguh (Papua), Saka, dan ke depan ada IDD (Indonesia Deep Water Development di Kalimantan Timur," ujarnya saat membuka acara "Energy & Mining Outlook 2023" di Jakarta, Kamis (23/2/2023).
Irwandy menambahkan, tak hanya di hulu migas, pemerintah juga mempersiapkan infrastruktur di sisi kilang pengolahan minyak, yakni melalui proyek kilang baru dan Refinery Development Master Plan (RDMP) kilang yang juga masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca Juga: Dirut PLN Sebut Impor BBM Indonesia Bisa Tembus Rp400 Triliun di 2030
Begitu juga di infrastruktur gas, menurutnya pemerintah terus membangun jaringan transmisi gas seperti pipa gas Cirebon-Semarang yang diperkirakan mulai berjalan pada semester 2 2023, lalu dilanjutkan pembangunan pipa transmisi Cirebon-Semarang tahap 2, lalu pipa Sei Mangkei di Sumatera Utara.
Baca Juga: Konsumsi BBM Tinggi tapi Produksi Minim, Bahan Bakar Fosil RI Terancam Habis dalam 15 Tahun
Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Pertambangan, Irwandy Arif memaparkan, selain itu pemerintah juga akan meningkatkan produksi minyak bumi menjadi 683 juta barel, seperti di Wilayah Kerja (WK) atau blok migas Cepu di Jawa Timur, maupun melakukan Enhanced Oil Recovery (EOR) di Blok Rokan, Riau.
"Gas bumi pada jangka pendek akan beroperasi Train 3 dari proyek Lapangan Tangguh (Papua), Saka, dan ke depan ada IDD (Indonesia Deep Water Development di Kalimantan Timur," ujarnya saat membuka acara "Energy & Mining Outlook 2023" di Jakarta, Kamis (23/2/2023).
Irwandy menambahkan, tak hanya di hulu migas, pemerintah juga mempersiapkan infrastruktur di sisi kilang pengolahan minyak, yakni melalui proyek kilang baru dan Refinery Development Master Plan (RDMP) kilang yang juga masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca Juga: Dirut PLN Sebut Impor BBM Indonesia Bisa Tembus Rp400 Triliun di 2030
Begitu juga di infrastruktur gas, menurutnya pemerintah terus membangun jaringan transmisi gas seperti pipa gas Cirebon-Semarang yang diperkirakan mulai berjalan pada semester 2 2023, lalu dilanjutkan pembangunan pipa transmisi Cirebon-Semarang tahap 2, lalu pipa Sei Mangkei di Sumatera Utara.
Lihat Juga :