Polbangtan Bangun Ekosistem Kewirausahaan Petani Milenial Tulungagung
Senin, 27 Februari 2023 - 22:10 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Peran Petani Milenial Dongkrak Perekonomian)
Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana mengatakan Ekosistem Kewirausahaan di Kabupaten Tulungagung harus membidik setiap pasar pada Sub Sistem Agribisnis melalui subsistem pengadaan dan penyaluran sarana dan prasarana produksi, subsistem produksi primer atau usaha tani (on-farm), subsistem pengolahan atau agroindustri, dan subsistem pemasaran.
Usaha tani yang merupakan subsistem dalam sistem agribisnis, terutama yang diusahakan oleh petani, harus sepenuhnya berorientasi pada pasar dan profit oriented, sehingga sektor agribisnis mempunyai keunggulan komparatif yang tinggi,” katanya.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Project Manager PPIU Jawa Timur Acep Hariri bahwa usaha di sektor pertanian selain mengarah pada profit oriented dan target market, juga harus dipikirkan sustainability product (produk berkelanjutan) dan bargaining power (daya tawar). “Memiliki bargaining power atau daya tawar dalam suatu bisnis bisa menjadi salah satu modal penting untuk meraih keuntungan,” katanya.
Menurut Acep Hariri, dengan daya tawar yang lebih baik di antara para kompetitor, tentunya bisnis petani akan lebih mudah dilirik oleh offtaker dan mitra bisnis saat melakukan negosiasi harga produk.
Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana mengatakan Ekosistem Kewirausahaan di Kabupaten Tulungagung harus membidik setiap pasar pada Sub Sistem Agribisnis melalui subsistem pengadaan dan penyaluran sarana dan prasarana produksi, subsistem produksi primer atau usaha tani (on-farm), subsistem pengolahan atau agroindustri, dan subsistem pemasaran.
Usaha tani yang merupakan subsistem dalam sistem agribisnis, terutama yang diusahakan oleh petani, harus sepenuhnya berorientasi pada pasar dan profit oriented, sehingga sektor agribisnis mempunyai keunggulan komparatif yang tinggi,” katanya.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Project Manager PPIU Jawa Timur Acep Hariri bahwa usaha di sektor pertanian selain mengarah pada profit oriented dan target market, juga harus dipikirkan sustainability product (produk berkelanjutan) dan bargaining power (daya tawar). “Memiliki bargaining power atau daya tawar dalam suatu bisnis bisa menjadi salah satu modal penting untuk meraih keuntungan,” katanya.
Menurut Acep Hariri, dengan daya tawar yang lebih baik di antara para kompetitor, tentunya bisnis petani akan lebih mudah dilirik oleh offtaker dan mitra bisnis saat melakukan negosiasi harga produk.
(dar)
Lihat Juga :