Tetap Jalin Hubungan dengan Rusia, Bank Austria Raiffeisen Diawasi AS

Selasa, 07 Maret 2023 - 01:26 WIB
loading...
Tetap Jalin Hubungan...
Otoritas sanksi Amerika Serikat (AS) telah meluncurkan penyelidikan terhadap Raiffeisen Bank International (RBIV.VI) atas bisnisnya yang terkait dengan Rusia. Foto/Dok
A A A
WINA - Otoritas sanksi Amerika Serikat (AS) telah meluncurkan penyelidikan terhadap Raiffeisen Bank International (RBIV.VI) atas bisnisnya yang terkait dengan Rusia . Pihak AS meningkatkan pengawasan di tengah dugaan bahwa pemberi pinjaman Austria itu memainkan peran penting dalam ekonomi Rusia.

Baca Juga: Terungkap, Gedung Putih Diam-diam Minta Bank-bank AS Berbisnis dengan Rusia

Menanggapi pertanyaan dari Reuters, bank mengatakan telah menerima permintaan dari Kantor Kontrol Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan AS pada Januari untuk "mengklarifikasi bisnis pembayaran dan proses terkait yang dikelola oleh RBI sehubungan dengan perkembangan terbaru terkait Rusia dan Ukraina."

"OFAC telah meminta Raiffeisen untuk rincian paparannya di Rusia, Donbas, Ukraina dan Suriah yang sebagian diduduki, termasuk tentang transaksi dan aktivitas klien tertentu," kata seorang sumber kepada Reuters.

Baca Juga: Terungkap, Perusahaan Barat yang Kabur dari Rusia Hanya 8,5 Persen

Badan AS telah meminta balasan pada Februari, kata orang itu. Dimana Ia juga menambahkan, bahwa pengacara Raiffeisen menegosiasikan perpanjangan, dan berjanji untuk menjawab pertanyaan dalam tiga tahap informasi yang akan dikirim pada awal April, Mei dan Juni.

Seorang juru bicara Departemen Keuangan AS menolak berkomentar seperti dilansir Reuters. Namun Raiffeisen mengatakan kepada Reuters dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka siap bekerja sama sepenuhnya dengan OFAC dan bakal memenuhi permintaan terkait transaksi atau bisnis tertentu.

Ditekankan juga pihaknya memiliki proses untuk memastikan kepatuhan terhadap sanksi. Seorang juru bicara mengatakan, pihaknya "yakin bahwa bakal memberikan informasi yang dibutuhkan kepada OFAC, diterangkan juga olehnya bahwa pertanyaan yang diajukan bersifat 'umum'.

Raiffeisen belum pernah dikenai sanksi di masa lalu, tetapi permintaan informasi pada bulan Januari mengkhawatirkan regulator keuangan Eropa yang bertanggung jawab atas pengawasan bank. Pasalnya pada akhirnya dapat menyebabkan hukuman terhadap Raiffeisen, kata dua orang dengan pengetahuan langsung tentang masalah ini.

Raiffeisen sangat tertanam dalam sistem keuangan Rusia dan merupakan salah satu dari hanya dua bank asing dalam daftar 13 "lembaga kredit yang penting secara sistemik" buat bank sentral Rusia, menggarisbawahi pentingnya bagi ekonomi Rusia, yang bergulat dengan sanksi Barat.

Sebagai pemberi pinjaman terbesar kedua di Austria, mereka juga menopang sebagian besar ekonomi negara itu serta memiliki operasi yang luas di Eropa timur. Seorang pejabat Austria mengatakan, bahwa pihak berwenang Austria sedang memantau situasi di Raiffeisen dan bisnisnya di Rusia dengan cermat karena pentingnya peran bank tersebut.

Setahun sejak Moskow meluncurkan apa yang disebutnya "operasi militer khusus" di Ukraina, Raiffeisen adalah salah satu dari segelintir bank Eropa yang tetap berada di Rusia.

Tetapi mereka telah menghadapi kritik, termasuk dari investor atas keputusannya untuk tetap berbisnis dengan Moskow. Bank sebelumnya tetap mempertahankan posisinya, dengan mengatakan eksposurnya ke Rusia terkendali.

Raiffeisen menghasilkan laba bersih sekitar 3,8 miliar euro tahun lalu, sebagian besar berkat 2 miliar euro plus keuntungan dari bisnisnya di Rusia. Sementara itu, penabung Rusia telah mengajukan lebih dari 20 miliar euro ke bank.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Rekomendasi
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Berita Terkini
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved