Terungkap, Perusahaan Barat yang Kabur dari Rusia Hanya 8,5 Persen
Rabu, 25 Januari 2023 - 14:55 WIB
loading...
Sebuah studi menemukan bahwa meskipun ada tekanan kuat dari investor dan konsumen kepada perusahaan untuk melakukan divestasi dari Rusia, namun ternyata hanya sebagian kecil yang keluar dari Moskow. Foto/Dok
A
A
A
MOSKOW - Sebuah studi menemukan bahwa meskipun ada tekanan kuat dari investor dan konsumen kepada perusahaan untuk melakukan divestasi dari Rusia , namun ternyata hanya sebagian kecil yang keluar dari Moskow. Proses yang lambat untuk kabur dari Rusia, menimbulkan keraguan tentang seberapa serius beberapa perusahaan untuk pergi.
Baca Juga: Daftar Lengkap Perusahaan Raksasa Dunia yang Cabut dari Rusia Imbas Invasi Ukraina
Menyusul pecahnya perang Rusia Ukraina pada Februari 2022 tahun lalu, banyak perusahaan multinasional terpaksa memikirkan kembali hubungan mereka dengan Moskow. Sembilan bulan kemudian, hanya 8,5% perusahaan yang berkantor pusat di Uni Eropa atau G-7 -yang anggotanya adalah Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan A.S- telah mendivestasi setidaknya satu anak perusahaan Rusia mereka.
Hal itu disampaikan oleh Simon Evenett, seorang profesor di Universitas St. Gallen, dan Niccolò Pisani, seorang profesor di IMD Business School.
Dalam studi tersebut diakui bahwa keluar dari Rusia menjadi sesuatu yang rumit serta memakan waktu cukup lama. Kemungkinan persentasenya bakal meningkat, mengingat perusahaan telah mengumumkan niat mereka untuk menindaklanjuti keinginanan meninggalkan Moskow.
Tetapi mereka memperingatkan bahwa jika perusahaan-perusahaan Barat yang keluar tidak meningkat secara signifikan dalam satu atau dua tahun mendatang. "Hal itu akan mempertanyakan kesediaan atau kemampuan banyak perusahaan Barat untuk memisahkan diri dari yurisdiksi yang oleh pemerintah mereka dianggap sebagai saingan geopolitik," bebernya.
Baca Juga: Daftar Lengkap Perusahaan Raksasa Dunia yang Cabut dari Rusia Imbas Invasi Ukraina
Menyusul pecahnya perang Rusia Ukraina pada Februari 2022 tahun lalu, banyak perusahaan multinasional terpaksa memikirkan kembali hubungan mereka dengan Moskow. Sembilan bulan kemudian, hanya 8,5% perusahaan yang berkantor pusat di Uni Eropa atau G-7 -yang anggotanya adalah Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan A.S- telah mendivestasi setidaknya satu anak perusahaan Rusia mereka.
Hal itu disampaikan oleh Simon Evenett, seorang profesor di Universitas St. Gallen, dan Niccolò Pisani, seorang profesor di IMD Business School.
Dalam studi tersebut diakui bahwa keluar dari Rusia menjadi sesuatu yang rumit serta memakan waktu cukup lama. Kemungkinan persentasenya bakal meningkat, mengingat perusahaan telah mengumumkan niat mereka untuk menindaklanjuti keinginanan meninggalkan Moskow.
Tetapi mereka memperingatkan bahwa jika perusahaan-perusahaan Barat yang keluar tidak meningkat secara signifikan dalam satu atau dua tahun mendatang. "Hal itu akan mempertanyakan kesediaan atau kemampuan banyak perusahaan Barat untuk memisahkan diri dari yurisdiksi yang oleh pemerintah mereka dianggap sebagai saingan geopolitik," bebernya.
Lihat Juga :