Rusia Membayar Mahal Perang Ukraina, Defisit Anggaran Bengkak Jadi Rp520,1 Triliun
Selasa, 07 Maret 2023 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Mengekang defisit dapat meredakan kekhawatiran pasar tentang kebijakan moneter yang lebih ketat. Bank sentral telah memperingatkan bahwa pelebaran lebih lanjut dari defisit anggaran Rusia dapat memaksanya untuk menaikkan suku bunga dari saat ini yang bertengger di level 7,5%.
Bank sentral dijadwalkan bakal menggelar pertemuan untuk menetapkan suku bunga pada 17 Maret.
Moskow mengandalkan pendapatan dari minyak dan gas - tahun lalu yang mencapai sekitar 11,6 triliun rubel - untuk mendanai pengeluaran anggarannya. Lalau mereka telah dipaksa untuk mulai menjual cadangan internasional demi menutupi defisit yang dipengaruhi biaya perang Ukraina.
Rusia sejauh ini telah berhasil mengalihkan ekspor minyak dari Eropa, dengan tujuan utama ke India, China dan Turki, yang mengambil barel dengan harga murah meskipun G7 membatasi harga USD60 pada minyak mentah Rusia.
Bank sentral dijadwalkan bakal menggelar pertemuan untuk menetapkan suku bunga pada 17 Maret.
Moskow mengandalkan pendapatan dari minyak dan gas - tahun lalu yang mencapai sekitar 11,6 triliun rubel - untuk mendanai pengeluaran anggarannya. Lalau mereka telah dipaksa untuk mulai menjual cadangan internasional demi menutupi defisit yang dipengaruhi biaya perang Ukraina.
Rusia sejauh ini telah berhasil mengalihkan ekspor minyak dari Eropa, dengan tujuan utama ke India, China dan Turki, yang mengambil barel dengan harga murah meskipun G7 membatasi harga USD60 pada minyak mentah Rusia.
(akr)
Lihat Juga :