Jokowi Giat Bangun Infrastruktur, Ekonom Singgung Utang dan Kesenjangan Ekonomi Tinggi
Sabtu, 11 Maret 2023 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi permasalahan tersebut, Acting Director NTU Institute of Science & Technology for Humanity, Sulfikar Amir menawarkan gagasan ekonomi berkeadilan.
Dia menjelaskan, dari zaman orde baru sampai dengan saat ini, konsep Trickle Down Economic atau pertumbuhan didorong oleh mekanisme pull the top yakni kelompok perekonomian teratas didorong tumbuh dengan harapan dapat menarik kelompok-kelompok di bawahnya, ternyata tidak terlalu efektif.
Baca juga: Intip Target Infrastruktur 2024: Jembatan Udara hingga Kereta Berkecepatan Sedang Jakarta-Surabaya
Sedangkan dalam konsep Tumbuh Adil, pertumbuhan didorong oleh mekanisme push the bottom, yakni fokus menaikan taraf ekonomi kelompok masyarakat 30% terbawah untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional secara adil dan merata.
“Konsep Tumbuh Adil menekankan pada 5 pilar yakni perumahan, pendidikan, mobilitas, pekerjaan, dan kesehatan. Konsep tersebut akan mendorong 30% masyarakat menengah ke bawah Indonesia yang memiliki pendapatan USD1.718 per kapita didorong untuk ikut naik pendapatannya,” bebernya.
Dia menjelaskan, dari zaman orde baru sampai dengan saat ini, konsep Trickle Down Economic atau pertumbuhan didorong oleh mekanisme pull the top yakni kelompok perekonomian teratas didorong tumbuh dengan harapan dapat menarik kelompok-kelompok di bawahnya, ternyata tidak terlalu efektif.
Baca juga: Intip Target Infrastruktur 2024: Jembatan Udara hingga Kereta Berkecepatan Sedang Jakarta-Surabaya
Sedangkan dalam konsep Tumbuh Adil, pertumbuhan didorong oleh mekanisme push the bottom, yakni fokus menaikan taraf ekonomi kelompok masyarakat 30% terbawah untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional secara adil dan merata.
“Konsep Tumbuh Adil menekankan pada 5 pilar yakni perumahan, pendidikan, mobilitas, pekerjaan, dan kesehatan. Konsep tersebut akan mendorong 30% masyarakat menengah ke bawah Indonesia yang memiliki pendapatan USD1.718 per kapita didorong untuk ikut naik pendapatannya,” bebernya.
(ind)
Lihat Juga :