Jokowi Giat Bangun Infrastruktur, Ekonom Singgung Utang dan Kesenjangan Ekonomi Tinggi

Sabtu, 11 Maret 2023 - 12:20 WIB
loading...
Jokowi Giat Bangun Infrastruktur,...
Pembangunan infrastruktur begitu masif di era pemerintahan presiden Jokowi. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Pembangunan infrastruktur demikian masif di era pemerintahan presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga julukan Bapak Infrastruktur pun kerap dialamatkan kepada presiden asal Solo itu. BUMN Karya menjadi tumpuan dalam pembangunan berbagai infrastruktur tersebut.

Meski diakui pembangunan infrastruktur dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, memacu daya saing sehingga dapat menarik investasi dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program infrastruktur Jokowi tak lepas dari kritikan.

Dalam diskusi publik bertema "After Jokowinomics: ke Mana Indonesia Akan Melangkah?”, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras Adha menyebut program pembangunan infrastruktur acapkali mengabaikan pemenuhan hak-hak masyarakat dan menciptakan kesenjangan ekonomi yang lebih tinggi.

“Rasio pajak (terhadap PDB) terus mengalami penurunan. Bahkan terendah dalam 20 tahun terakhir. Disamping itu, belanja APBN, sekitar sepertiganya digunakan untuk pembayaran bunga utang. Anggaran di luar pembayaran bunga utang, kesehatan dan pendidikan hanya 40% dan harus digunakan untuk pembiayaan seperti infrastruktur, bantuan sosial dan lain lain,” ungkap Farras dalam paparannya, Jumat (10/3/2023).

Akibatnya, menurut dia, siapa pun presiden terpilih nanti, akan menghadapi beban utang yang besar.” Ini adalah PR serius untuk presiden baru nanti," tukasnya.

Menurut Farras, salah satu solusi pemerintahan Jokowi adalah mendorong peningkatan investasi dengan harapan semakin tinggi investasi maka akan semakin banyak membuka lapangan pekerjaan formal. "Namun realitanya, peningkatan investasi tidak berbanding lurus dengan pembukaan lapangan kerja,” tuturnya.

Baca juga: Potensi Kerugian Negara dari Dugaan Korupsi Proyek Infrastruktur Capai Rp4,5 Triliun

Menanggapi permasalahan tersebut, Acting Director NTU Institute of Science & Technology for Humanity, Sulfikar Amir menawarkan gagasan ekonomi berkeadilan.

Dia menjelaskan, dari zaman orde baru sampai dengan saat ini, konsep Trickle Down Economic atau pertumbuhan didorong oleh mekanisme pull the top yakni kelompok perekonomian teratas didorong tumbuh dengan harapan dapat menarik kelompok-kelompok di bawahnya, ternyata tidak terlalu efektif.

Baca juga: Intip Target Infrastruktur 2024: Jembatan Udara hingga Kereta Berkecepatan Sedang Jakarta-Surabaya

Sedangkan dalam konsep Tumbuh Adil, pertumbuhan didorong oleh mekanisme push the bottom, yakni fokus menaikan taraf ekonomi kelompok masyarakat 30% terbawah untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional secara adil dan merata.

“Konsep Tumbuh Adil menekankan pada 5 pilar yakni perumahan, pendidikan, mobilitas, pekerjaan, dan kesehatan. Konsep tersebut akan mendorong 30% masyarakat menengah ke bawah Indonesia yang memiliki pendapatan USD1.718 per kapita didorong untuk ikut naik pendapatannya,” bebernya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Momen Prabowo Beri Hormat...
Momen Prabowo Beri Hormat ke Jokowi saat Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Jokowi dan JK Hadiri...
Jokowi dan JK Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara di Satlat Brimob Cikeas
Rekomendasi
ARTJOG 2026 Hadir Lagi!...
ARTJOG 2026 Hadir Lagi! Beli Tiket di BRImo, Langsung Diskon 15 Persen
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Berita Terkini
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Grand Filano Ramai di...
Grand Filano Ramai di Medsos, Warganet Soroti Bobot Ringan hingga Irit BBM
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved