Panen Padi Didampingi Mentan SYL, Presiden Jokowi Senang Produktivitas Tinggi
Sabtu, 11 Maret 2023 - 14:31 WIB
loading...
Setelah Provinsi Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melanjutkan peninjauan panen di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (11/3/23).
A
A
A
NGAWI - Setelah Provinsi Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melanjutkan peninjauan panen di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (11/3/23).
Kunjungan kerja ini masih merupakan rangkaian Panen Raya Nusantara 1 Juta Hektare yang serentak dilaksanakan 30 provinsi dan 113 kabupaten.
Presiden Jokowi mengatakan, hasil panen padi di berbagai daerah cukup bervariasi dipengaruhi kesuburan tanah hingga manajemen pertanian, salah satunya pengairan dilahan sawah. Produksi padi di Kabupaten Ngawi tinggi dibanding daerah lainnya.
"Kemarin di Kebumen, sekarang panen raya di Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Saya lihat memang ada perbedaan terutama di produktivitas per hektare. Disini sudah ada yang mencapai 10,5 ton per hektare, ada yang 8 ton per hektare yang kemaren disana 5 setengah sampai 6 ton per hektare," kata Presiden Jokowi usai melakukan peninjauan panen di Desa Kartoharjo, Kabupaten Ngawi Jawa Timur.
![Panen Padi Didampingi Mentan SYL, Presiden Jokowi Senang Produktivitas Tinggi]()
Presiden Jokowi juga mengatakan, saat ini di Indonesia sedang berlangsung panen raya diberbagai daerah sehingga pemerintah harus terus melakukan pemantauan harga utamanya harga gabah dan beras. Harga yang diterima petani tidak boleh lebih kecil dari cost produksi yang dikeluarkan petani sehingga petani tetap mendapat untung.
"Ini panen raya kalau nggak dijaga harganya pasti jatuh baik gabahnya maupun berasnya. Yang sulit pemerintah itu menyeimbangkan, harga dipetani wajar artinya dapat keuntungan, harga dipedagang wajar artinya pedagang dapat keuntungan, harga dikonsumen juga wajar, yang mencari keseimbangan seperti itu yang tidak gampang," tuturnya.
Kunjungan kerja ini masih merupakan rangkaian Panen Raya Nusantara 1 Juta Hektare yang serentak dilaksanakan 30 provinsi dan 113 kabupaten.
Presiden Jokowi mengatakan, hasil panen padi di berbagai daerah cukup bervariasi dipengaruhi kesuburan tanah hingga manajemen pertanian, salah satunya pengairan dilahan sawah. Produksi padi di Kabupaten Ngawi tinggi dibanding daerah lainnya.
"Kemarin di Kebumen, sekarang panen raya di Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Saya lihat memang ada perbedaan terutama di produktivitas per hektare. Disini sudah ada yang mencapai 10,5 ton per hektare, ada yang 8 ton per hektare yang kemaren disana 5 setengah sampai 6 ton per hektare," kata Presiden Jokowi usai melakukan peninjauan panen di Desa Kartoharjo, Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Presiden Jokowi juga mengatakan, saat ini di Indonesia sedang berlangsung panen raya diberbagai daerah sehingga pemerintah harus terus melakukan pemantauan harga utamanya harga gabah dan beras. Harga yang diterima petani tidak boleh lebih kecil dari cost produksi yang dikeluarkan petani sehingga petani tetap mendapat untung.
"Ini panen raya kalau nggak dijaga harganya pasti jatuh baik gabahnya maupun berasnya. Yang sulit pemerintah itu menyeimbangkan, harga dipetani wajar artinya dapat keuntungan, harga dipedagang wajar artinya pedagang dapat keuntungan, harga dikonsumen juga wajar, yang mencari keseimbangan seperti itu yang tidak gampang," tuturnya.
Lihat Juga :