3 Kelebihan Gerbong KRL Bekas dari Jepang Dibandingkan Buatan PT INKA

Senin, 13 Maret 2023 - 16:55 WIB
loading...
A A A
Pengamat transportasi publik dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno sebelumnya mengungkapkan bahwa perkiraan harga 1 trainset baru yang terdiri atas 10 atau 12 gerbong dapat mencapai Rp260 hingga Rp270 miliar.

Sementara, harga kereta bekas yang akan diimpor diperkirakan hanya Rp1 miliar per set. Artinya, untuk satu rangkaian penuh hanya membutuhkan biaya sekitar Rp10 hingga Rp12 miliar. Angka tersebut memang belum termasuk sejumlah biaya tambahan seperti untuk pergantian fasilitas dan sejenisnya. Namun, jelas ada perbedaan harga yang cukup besar.

2. Kedatangannya Lebih Cepat
Salah satu alasan yang mendorong PT KCI memilih melakukan impor gerbong KRL bekas dari Jepang adalah karena kebutuhan yang mendesak.

VP Public Relations PT KAI Joni Martinus menjelaskan bahwa ada kebutuhan mendasar untuk angkutan penumpang KRL. Hal ini terjadi karena KCI akan memensiunkan 10 rangkaian KRL pada 2023 dan 16 rangkaian KRL lain pada 2024.

KCI menegaskan bahwa bukannya perusahaan tidak mengutamakan produksi dalam negeri, namun langkah impor tersebut menjadi alternatif di tengah kebutuhan mendesak pengadaan guna mengantisipasi lonjakan penumpang KRL yang semakin tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
4 Juta Barel Minyak...
4 Juta Barel Minyak Iran Tiba di India Sebelum Berakhirnya Masa Tenggang Sanksi AS
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
KRL Duri-Tangerang Gangguan,...
KRL Duri-Tangerang Gangguan, Penumpang Cemas
Rekomendasi
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Jet Tempur Su-34 Rusia...
Jet Tempur Su-34 Rusia Lolos dari 3 Rudal Patriot AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved