3 Kelebihan Gerbong KRL Bekas dari Jepang Dibandingkan Buatan PT INKA

Senin, 13 Maret 2023 - 16:55 WIB
loading...
3 Kelebihan Gerbong...
Pengadaan gerbong KRL bekas dari Jepang disebut memiliki sejumlah keunggulan dibanding membeli produk lokal. Foto/Ilustrasi/MPI/Faisal Rahman
A A A
JAKARTA - Sejumlah kelebihan dimiliki KRL bekas dari Jepang jika dibandingkan dengan buatan PT INKA. Salah satu kelebihan yang paling siginifakn adalah dari sisi harganya yang lebih kompetitif.

Sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) diketahui berencana mengimpor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang. Namun, rencana impor tersebut menjadi polemik dengan adanya perbedaan pandangan di antara kementerian terkait.

Baca Juga: Beri Lampu Hijau Impor KRL Bekas, Menperin: Tidak Boleh Terulang Lagi!

Terlepas dari pro dan kontra, gerbong KRL bekas dari Jepang memang memiliki sejumlah kelebihan. Berikut tiga kelebihan gerbong KRL bekas dari Jepang jika dibandingkan buatan PT INKA:

1. Harganya Lebih Murah
Perbandingan harga menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki gerbong KRL bekas asal Jepang. Pasalnya, perbedaan harga terbilang signifikan.

Pengamat transportasi publik dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno sebelumnya mengungkapkan bahwa perkiraan harga 1 trainset baru yang terdiri atas 10 atau 12 gerbong dapat mencapai Rp260 hingga Rp270 miliar.

Sementara, harga kereta bekas yang akan diimpor diperkirakan hanya Rp1 miliar per set. Artinya, untuk satu rangkaian penuh hanya membutuhkan biaya sekitar Rp10 hingga Rp12 miliar. Angka tersebut memang belum termasuk sejumlah biaya tambahan seperti untuk pergantian fasilitas dan sejenisnya. Namun, jelas ada perbedaan harga yang cukup besar.

2. Kedatangannya Lebih Cepat
Salah satu alasan yang mendorong PT KCI memilih melakukan impor gerbong KRL bekas dari Jepang adalah karena kebutuhan yang mendesak.

VP Public Relations PT KAI Joni Martinus menjelaskan bahwa ada kebutuhan mendasar untuk angkutan penumpang KRL. Hal ini terjadi karena KCI akan memensiunkan 10 rangkaian KRL pada 2023 dan 16 rangkaian KRL lain pada 2024.

KCI menegaskan bahwa bukannya perusahaan tidak mengutamakan produksi dalam negeri, namun langkah impor tersebut menjadi alternatif di tengah kebutuhan mendesak pengadaan guna mengantisipasi lonjakan penumpang KRL yang semakin tinggi.

Baca Juga: Perbandingan Harga Kereta KRL Baru dan KRL Bekas yang Impor dari Jepang

3. Sudah Diketahui Kualitasnya
Kelebihan lain yang dimiliki kereta bekas asal Jepang adalah bahwa penggunaannya di Indonesia terbilang sudah cukup lama. Dengan demikian, kualitas dan seluk beluk dari gerbong bekas dari Jepang tersebut sudah dikenal serta diketahui dengan baik.

Sementara itu, untuk barang baru perlu waktu untuk membiasakan diri atau mengetahui karakteristiknya lebih dalam. Singkatnya, pengguna sudah tahu kelemahan dan keunggulan dari barang yang sudah biasa digunakan.

Demikian 3 kelebihan gerbong KRL bekas yang rencananya akan diimpor PT KCI untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Rekomendasi
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
3 Kekuatan Mengerikan...
3 Kekuatan Mengerikan Harimau Jawa, dari Gigitan hingga Cakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved