Pakaian Bekas Impor Rugikan UMKM, Menteri Teten Ajak Masyarakat Cintai Produk Lokal
Senin, 13 Maret 2023 - 19:44 WIB
loading...
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak masyarakat mencintai produk lokal. FOTO/dok.KemenkopUKM
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengajak masyarakat untuk mencintai produk lokal di tengah maraknya thrifting pakaian bekas impor. Aktivitas tersebut memberikan dampak negatif mulai dari masalah lingkungan hingga merugikan UMKM .
"Kita menolak masuknya pakaian bekas dan sepatu bekas impor. Kita ingin melindungi produk dalam negeri terutama di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), yang sekarang sudah banyak diproduksi oleh pelaku UMKM di Tanah Air," kata Teten melalui pernyataannya, di Jakarta, Senin (13/3/2023).
Baca Juga: Menteri Teten Bakal Tegur Belanja Online yang Jual Barang Bekas Impor Ilegal
Dia menegaskan saat ini telah banyak produk-produk fesyen lokal dengan kualitas tinggi yang tidak kalah dengan brand dan produk luar negeri kenamaan. Menurutnya, di tengah gerakan untuk mencintai, membeli dan mengonsumsi, produk dalam negeri, terdapat penyelundupan barang-barang bekas TPT tersebut tidak sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
"Saat ini kami terus mendorong masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri melalui kampanye BBI yang telah digaungkan Presiden sejak tahun 2020," kata dia.
"Kita menolak masuknya pakaian bekas dan sepatu bekas impor. Kita ingin melindungi produk dalam negeri terutama di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), yang sekarang sudah banyak diproduksi oleh pelaku UMKM di Tanah Air," kata Teten melalui pernyataannya, di Jakarta, Senin (13/3/2023).
Baca Juga: Menteri Teten Bakal Tegur Belanja Online yang Jual Barang Bekas Impor Ilegal
Dia menegaskan saat ini telah banyak produk-produk fesyen lokal dengan kualitas tinggi yang tidak kalah dengan brand dan produk luar negeri kenamaan. Menurutnya, di tengah gerakan untuk mencintai, membeli dan mengonsumsi, produk dalam negeri, terdapat penyelundupan barang-barang bekas TPT tersebut tidak sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
"Saat ini kami terus mendorong masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri melalui kampanye BBI yang telah digaungkan Presiden sejak tahun 2020," kata dia.
Lihat Juga :