Kepala SKK Migas Saja Bingung dengan Pembentukan Subholding Pertamina, Apalagi Kita?

Jum'at, 17 Juli 2020 - 21:05 WIB
loading...
Kepala SKK Migas Saja...
Kepala SKK Migas Dwi Sowtjipto mengaku bingung dengan subholding hulu Pertamina. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengaku masih bingung dengan pembentukan subholding di tubuh PT Pertamina (Persero). Nah, kalau mantan direktur utama Pertamina saja kebingungan, apalagi kita? Pasalnya sampai saat ini belum ada tim koordinasi dari perusahaan plat merah itu yang menjelaskan terkait tujuan dari pembentukan subholding tersebut.

"Kita masih menunggu koordinasi dari Pertamina. Tentu kami butuh kejelasan yang lebih clear karena tentu terkait wilayah kerja yang berkontrak perlu perubahan production sharing contract (PSC) dan sebagainya," ujar dia saat konferensi pers, di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Baca Juga: Serikat Pekerja Pertamina Tolak Rencana Subholding Migas

Dia mengungkapkan saat ini pikah SKK Migas masih menunggu apakah dengan perubahan struktur pada manajemen di divisi hulu migas Pertamina akan ada perubahan terkait oprator ship. "Kami sedang menunggu penjelasan lebih lanjut dan tentunya sama-sama adengan Pertamina harus mempelajari mekanisme PSC secara lebih lanjut," tadasnya.

Namun yang terpenting penekanannya pembentukan subholding tidak mengganggu kinerja Pertamina. Pihaknya berharap dengan pembentukan subholding hulu migas Pertamina dapat memeprcepat proses pengambilan keputusan guna meningkatkan investasi hulu migas. "Diharapkan dengan adanya perubahan struktur membuat kinerja pertamina lebih baik," tandasnya.

Baca Juga: Serikat Pekerja Pertamina EP Tolak Privatisasi Subholding

Apalagi, saat ini kinerja produksi dan lifting minyak dan gas bumi sejumlah anak usaha di sektor hulu sepanjang semester I/2020 masih di bawah target APBN 2020. Pihaknya pun telah menegur melalui pemberian surat peringatan kepada BUMN perminyakan plat merah tersebut."Kita kirim surat cinta terhadap yang merah-merah itu, kita sampaikan peringatan terhadap dan kita panggil untuk diskusikan," ujarnya.

Berdasarkan laporan SKK Migas, kinerja empat anak usaha Pertamina masih di bawah target APBN diantaranya Pertamina EP yang hingga semester I/2020 mencatatkan produksi 80.499 ribu barel per hari (bph) atau setara 89,4% dari target APBN sebesar 90 .000 bph. Lalu, Pertamina Hulu Energi OSES dengan capaian produksi 26.715 bph. angka ini baru mencapai 84,3% dari target sebesar 28.007 bph. Pertamina Hulu Kalimantan Timur dengan capaian produksi 10.387 bph atau 91,3% dari target APBN sebesar 11.380 bph dan BOB Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu yang produksinya mencapai 9.271 bph atau 75,8% dari target APBN sebesar 12.239 bph.

Baca Juga: Dwi Soetjipto Angkat Bicara Atas Pencopotan Dirinya di Pertamina

Tidak berhenti di situ, kinerja yang kurang memuaskan juga terjadi di sektor gas di mana sejumlah anak usaha Pertamina mencatatkan realisasi lifting yang tergolong di bawah target APBN 2020. Pertamina EP mencatatkan realisasi lifting sebesar 682 MMscfd atau setara 86,6% dari target APBN sebesar 787 mmscfd dan kemudian, JOB Pertamina-Medco Tomori Sulawesi Ltd dengan lifting gas sebesar 322 mmscfd atau setara 95,7% dari target sebesar 337 mmscfd. Selanjutnya, PHE West Madura Offshore dengan lifting gas sebesar 100 mmscfd atau baru mencapai 82,3% dari target APBN sebesar 121 mmscfd.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sejalan dengan Danantara,...
Sejalan dengan Danantara, Penggabungan 3 Subholding Pertamina Dapat Dukungan
Program Konservasi Lingkungan...
Program Konservasi Lingkungan Pertamina Regional Jawa Diakui Dunia
Sambut Ramadan, Pertamina...
Sambut Ramadan, Pertamina Upstream Regional Jawa Santuni Anak Yatim
Djoko Siswanto Resmi...
Djoko Siswanto Resmi Dilantik Jadi Kepala SKK Migas, Berikut Profilnya
Dukung Ketahanan Energi...
Dukung Ketahanan Energi Melalui Inovasi, Pertamina Gelar Forum Improvement dan Innovation
Pemda Didorong Berkolaborasi...
Pemda Didorong Berkolaborasi Tingkatkan Produksi Migas
Peduli Lingkungan, Setiap...
Peduli Lingkungan, Setiap Pekerja Hulu Migas Tanam Dua Pohon
Pemerintah Nilai Industri...
Pemerintah Nilai Industri Hulu Migas Menjadi Lokomotif Perekonomian Kuat dan Berkelanjutan
Ingat, 4 Hari Lagi Gelaran...
Ingat, 4 Hari Lagi Gelaran IOG 2021 SKK Migas Dimulai
Rekomendasi
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Polytron Wujudkan Desain...
Polytron Wujudkan Desain Pemenang FOX Berkreasik: Dari Konsep Basket hingga Sneaker Culture
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
Berita Terkini
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
Manjakan Nasabah Premium,...
Manjakan Nasabah Premium, BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite dengan Fasilitas Kelas Dunia
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
Kolaborasi Strategis...
Kolaborasi Strategis Pegadaian dan Pupuk Kaltim: Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved