Ditopang Strategi Diversifikasi dan Kenaikan Produksi Batu Bara, DOID Kantongi Laba Rp448 Miliar di 2022
Kamis, 16 Maret 2023 - 21:41 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Ronald, sepanjang 2022, berbagai aktivitas diversifikasi Perseroan menghasilkan portfolio usaha yang lebih beragam yaitu 13% operasional pertambangan metallurgical coal di Australia, dan 87% operasional pertambangan thermal coal.
“Ke depannya, Perseroan berkomitmen untuk terus memperluas diversifikasi usaha, meningkatkan aktivitas rehabilitasi situs tambang, serta mengembangkan bisnis infrastruktur di Indonesia,” tuturnya.
Hal lainnya yang ikut menopang moncernya kinerja DOID sepanjang 2022 adalah aksi Perseroan yang melanjutkan buyback saham sebanyak 712 juta lembar saham, merepresentasikan 8,3% dari saham yang dimiliki Perseroan hingga 31 Desember 2022 lalu.
Aksi buyback terus berlanjut hingga per 14 Maret 2023, jumlahnya bertambah menjadi 842 juta lembar saham, merepesentasikan 9,8% dari saham yang dimiliki Perseroan.
Tak hanya itu, pada November 2022, Perseroan menginvestasikan USD3 juta (Rp46,5 miliar) ke Asiamet Resources Limited (ARS) melalui penambahan modal emiten (private placement), dan penambahan kepemilikan saham (shareholding) dari 15,3% menjadi 24,2%.
Ronald membeberkan, investasi tersebut nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan studi kelayakan yang bankable untuk Proyek Tembaga Beruang Kanan Main (BKM), pembiayaan proyek lanjutan untuk pengembangan BKM, dan modal kerja perusahaan.
“Strategi kami ke depannya adalah terus mencari peluang dari komoditas yang memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, seluruh pencapaian tersebut juga dilandasi komitmen terhadap Environmental, Social, dan Governance (ESG) yang kuat.
“Ke depannya, Perseroan berkomitmen untuk terus memperluas diversifikasi usaha, meningkatkan aktivitas rehabilitasi situs tambang, serta mengembangkan bisnis infrastruktur di Indonesia,” tuturnya.
Hal lainnya yang ikut menopang moncernya kinerja DOID sepanjang 2022 adalah aksi Perseroan yang melanjutkan buyback saham sebanyak 712 juta lembar saham, merepresentasikan 8,3% dari saham yang dimiliki Perseroan hingga 31 Desember 2022 lalu.
Aksi buyback terus berlanjut hingga per 14 Maret 2023, jumlahnya bertambah menjadi 842 juta lembar saham, merepesentasikan 9,8% dari saham yang dimiliki Perseroan.
Tak hanya itu, pada November 2022, Perseroan menginvestasikan USD3 juta (Rp46,5 miliar) ke Asiamet Resources Limited (ARS) melalui penambahan modal emiten (private placement), dan penambahan kepemilikan saham (shareholding) dari 15,3% menjadi 24,2%.
Ronald membeberkan, investasi tersebut nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan studi kelayakan yang bankable untuk Proyek Tembaga Beruang Kanan Main (BKM), pembiayaan proyek lanjutan untuk pengembangan BKM, dan modal kerja perusahaan.
“Strategi kami ke depannya adalah terus mencari peluang dari komoditas yang memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, seluruh pencapaian tersebut juga dilandasi komitmen terhadap Environmental, Social, dan Governance (ESG) yang kuat.
Lihat Juga :