Perjalanan Rusia Bangkit dari Keruntuhan Ekonomi Era Soviet, Kini Menegaskan Konsistensi

Kamis, 23 Maret 2023 - 09:54 WIB
loading...
Perjalanan Rusia Bangkit...
Sebagai negara terbesar di dunia, Rusia muncul dari satu dekade kekacauan ekonomi dan politik pasca-Soviet untuk berusaha menegaskan kembali dirinya sebagai kekuatan dunia. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Rusia menjadi sorotan dunia usai memicu perang Ukraina pada Februari 2022, dan telah berkecambuk selama satu tahun lebih. Sebagai negara terbesar di dunia, Rusia muncul dari satu dekade kekacauan ekonomi dan politik pasca- Soviet untuk berusaha menegaskan kembali dirinya sebagai kekuatan dunia.

Baca Juga: Booming Impor China untuk Migas dan Batu Bara Rusia, Nilainya Sentuh Rp1,3 Kuadriliun

Pendapatan dari sumber daya alam yang luas, terutama minyak dan gas telah membantu Rusia mengatasi keruntuhan ekonomi tahun 1998. Tetapi kemerosotan harga minyak pada tahun 2014 mengakhiri kemakmuran jangka panjang. Gazprom terus melakukan monopoli gas yang dikelola negara untuk masih memasok sebagian besar kebutuhan Eropa saat itu.

Rusia memiliki minyak, gas alam dan logam berharga dengan jumlah sangat besar, yang menyumbang sebagian besar dari ekspor negara ini. Hingga 2012, sektor migas menyumbang 16% PDB, 52% pendapatan budget federal, dan lebih dari 70% ekspor.

Baca Juga: Minyak Olahan Rusia Terdampar di Laut, Sanksi Barat Mulai Bekerja?

Pasca runtuhnya Uni Soviet 1991, ekonomi Rusia mengalami kontraksi berkepanjangan hingga 1998. Negara yang sebelumnya tergabung dalam bagian Uni Soviet tersebut bahkan sempat mengalami kontraksi sedalam 14,53% pada 1992.

Sepanjang 2000-2020, produk domestik bruto (PDB) Rusia mengalami kontraksi sebanyak 3 kali. Terdalam terjadi pada 2009, di mana pertumbuhan ekonomi negara tersebut mengalami pertumbuhan negatif sedalam 7,8%.

Kini setelah perang Rusia Ukraina pecah pada Februari 2022 lalu, ekonomi Rusia semakin terisolasi dan haus akan investasi karena perusahaan-perusahaan asing terus meninggalkan pasar negara tersebut.

Di tengah kontraksi ekonomi yang paling tajam di Rusia setelah jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, ekonomi Rusia menghadapi tantangan untuk mendorong pertumbuhan yang sangat bergantung pada ekspor bahan baku dan harus melawan inflasi yang mencapai puncaknya dalam 20 tahun terakhir.

Ekonomi Rusia sejauh ini masih berjalan dengan baik di tengah badai sanksi Barat. Perekonomian Rusia terkontraksi tidak seperti yang diharapkan meskipun melakukan invasi ke Ukraina. Badan Stastitik Federal Rusia melaporkan ekonomi Rusia terkontraksi 2,1% di 2022 tidak sesuai dengan prediksi turun hingga 12%.

Sementara itu Vladimir Putin menjadi tokoh politik paling dominan di Rusia sejak tahun 2000 dan telah meningkatkan kendalinya atas lembaga-lembaga negara dan media. Sebuah proses yang baru-baru ini dilengkapi dengan penekanan pada nasionalisme yang sengit dan permusuhan terhadap Barat.

Invasinya ke Ukraina pada Februari 2022, dalam upaya untuk menegaskan kembali kendali Rusia atas negara tetangga itu. Ini adalah perang konvensional terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua dan langsung disambut dengan kecaman internasional yang meluas.

Fakta-fakta seputar Rusia:

Ibukota: Moskow
Luas: 17.098.246 km persegi
Populasi: 147,1 juta
Bahasa: Rusia, ditambah bahasa daerah dan lokal
Harapan hidup: 66 tahun (pria), 76 tahun (wanita)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Rekomendasi
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Berita Terkini
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved