Deretan Bos Silicon Valley Bank yang Menjual Saham Sebelum Bangkrut
Jum'at, 24 Maret 2023 - 11:45 WIB
loading...
Daftar pejabat top eksekutif Silicon Valley Bank yang menjual saham sebelum bangkrut. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Top eksekutif Silicon Valley Bank menjual sahamnya beberapa minggu sebelum mengalami kebangkrutan . Investor menarik dana USD42 miliar sebelum bank startup itu diumumkan gagal oleh regulator California.
Melansir Market Watch, Silicon Valley Bank telah ditutup oleh California Department of Financial Protection and Innovation, dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) yang telah ditunjuk sebagai penerima mandat utama pengambil kuasa tanggung jawab direksi.
Baca Juga: Mengenal Greg Becker: Bos Silicon Valley Bank yang Bergaji Rp159 Miliar
Kabar itu mencuat di tengah krisis SVB Financial Group (SIVB) setelah mengungkapkan kerugian besar dari penjualan sekuritas dan mengumumkan penawaran saham delutif bersama dengan risiko keuntungan perusahaan.
FDIC mengatakan semua deposan yang diasuransikan akan memiliki akses penuh ke rekening dalam waktu tertentu yang telah dijanjikan. Sementara, deposan yang tidak diasuransikan akan mendapatkan sertifikat kurator dan berhak atas dividen setelah FDIC menjual aset bank.
Mengutip laman resminya, bank tersebut dilaporkan memegang USD173 miliar dalam deposito. Perusahaan tersebut menyediakan pendanaan kepada 44% dari semua perusahaan teknologi yang didukung modal ventura yang terdaftar secara publik di bursa saham tahun lalu.
Baca Juga: CEO Asal India Kuasai Silicon Valley, Kok Bisa?
Melansir Market Watch, Silicon Valley Bank telah ditutup oleh California Department of Financial Protection and Innovation, dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) yang telah ditunjuk sebagai penerima mandat utama pengambil kuasa tanggung jawab direksi.
Baca Juga: Mengenal Greg Becker: Bos Silicon Valley Bank yang Bergaji Rp159 Miliar
Kabar itu mencuat di tengah krisis SVB Financial Group (SIVB) setelah mengungkapkan kerugian besar dari penjualan sekuritas dan mengumumkan penawaran saham delutif bersama dengan risiko keuntungan perusahaan.
FDIC mengatakan semua deposan yang diasuransikan akan memiliki akses penuh ke rekening dalam waktu tertentu yang telah dijanjikan. Sementara, deposan yang tidak diasuransikan akan mendapatkan sertifikat kurator dan berhak atas dividen setelah FDIC menjual aset bank.
Mengutip laman resminya, bank tersebut dilaporkan memegang USD173 miliar dalam deposito. Perusahaan tersebut menyediakan pendanaan kepada 44% dari semua perusahaan teknologi yang didukung modal ventura yang terdaftar secara publik di bursa saham tahun lalu.
Baca Juga: CEO Asal India Kuasai Silicon Valley, Kok Bisa?
Lihat Juga :