Profil PT Sritex: Dari Pasar Klewer Solo Jadi Pemasok Seragam Militer 36 Negara di Dunia
Jum'at, 24 Maret 2023 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Pabrik Sritex yang diresmikan oleh Presiden Soeharto mulai diminta memproduksi seragam polisi dan Tentara Negara Indonesia (TNI). Perlahan Sritex mendunia usai pada 1994 menjadi produsen seragam militer untuk NATO dan Tentara Jerman.
Sejak saat itu kualitas seragam militer buatan PT Sritex mulai menyebar ke berbagai belahan dunia. Tercatat sudah ada 36 negara di dunia yang mempercayakan seragam militernya dibuat oleh Sritex.
Sritex selamat dari Krisis Moneter di tahun 1998 dan berhasil melipatgandakan pertumbuhannya sampai 8 kali lipat dibanding waktu pertama kali terintegrasi pada tahun 1992. Pada tahun 2012, Sritex berhasil menggandakan pertumbuhan dan kinerjanya dibanding pada tahun 2008.
Berlanjut di 2013, PT Sri Rejeki Isman Tbk secara resmi terdaftar sahamnya (dengan kode ticker dan SRIL) pada Bursa Efek Indonesia. Setahun setelahnya Iwan S. Lukminto menerima penghargaan sebagai Businessman of the Year dari majalah Forbes Indonesia dan sebagai EY Entreprenuer of the Year 2014 dari Ernst & Young.
Kini seiring dengan gejolak global yang terjadi, penurunan penjualan dialami emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex selama 9 bulan tahun 2022. Namun dalam laporan keuangan perusahaan, Sritex berhasil menipiskan kerugian secara tahunan.
Sritex mencatatkan penjualan sebesar USD474,17 juta atau setara Rp7,46 triliun (kurs Jisdor Rp15.742 per dolar AS) sepanjang sembilan bulan 2022. Penjualan ini tercatat turun 25,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD637,1 juta.
Sejak saat itu kualitas seragam militer buatan PT Sritex mulai menyebar ke berbagai belahan dunia. Tercatat sudah ada 36 negara di dunia yang mempercayakan seragam militernya dibuat oleh Sritex.
Sritex selamat dari Krisis Moneter di tahun 1998 dan berhasil melipatgandakan pertumbuhannya sampai 8 kali lipat dibanding waktu pertama kali terintegrasi pada tahun 1992. Pada tahun 2012, Sritex berhasil menggandakan pertumbuhan dan kinerjanya dibanding pada tahun 2008.
Berlanjut di 2013, PT Sri Rejeki Isman Tbk secara resmi terdaftar sahamnya (dengan kode ticker dan SRIL) pada Bursa Efek Indonesia. Setahun setelahnya Iwan S. Lukminto menerima penghargaan sebagai Businessman of the Year dari majalah Forbes Indonesia dan sebagai EY Entreprenuer of the Year 2014 dari Ernst & Young.
Kini seiring dengan gejolak global yang terjadi, penurunan penjualan dialami emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex selama 9 bulan tahun 2022. Namun dalam laporan keuangan perusahaan, Sritex berhasil menipiskan kerugian secara tahunan.
Sritex mencatatkan penjualan sebesar USD474,17 juta atau setara Rp7,46 triliun (kurs Jisdor Rp15.742 per dolar AS) sepanjang sembilan bulan 2022. Penjualan ini tercatat turun 25,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD637,1 juta.
Lihat Juga :