Bos INKA Akui TKDN untuk Produksi Kereta Rel Listrik Baru 50%, Sisanya Impor

Senin, 27 Maret 2023 - 19:40 WIB
loading...
Bos INKA Akui TKDN untuk...
Direktur Utama PT INKA, Eko Purwanto. Foto/MPI/Iqbal Dwi P
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA , Eko Purwanto mengungkapkan, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produksi Kereta Rel Listrik atau KRL baru sebesar 45-50%.

Pasalnya, meskipun body kereta tersebut sudah mampu diproduksi di dalam negeri, beberapa kompenen lain masih harus diimpor. Eko menerangkan, saat ini untuk hal-hal yang terkait mekanik sudah mampu diproduksi di dalam negeri.

"Desain teknologi sudah oke dengan KCI, teknologi yang terbaru, itu nanti kualitasnya bagus, kalau carbody ada di sini TKDN bisa 45% - 50% karena carbody kita kerjakan di sini," paparnya saat ditemui usai rapat kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (27/3/2023).

Eko menambahkan, untuk hal-hal seperti instalasi software memang tak dimungkiri masih mengandalkan impor. "Beberapa memang kita masih melakukan impor, seperti wheelshet, terutama terkait software, kalau mekanik kita sudah banyak yang di dalam negeri, teknologi electrical-nya, software-nya," urainya.

Baca juga: Opsi Retrofit KRL Lama di Tengah Rencana Impor Kereta Bekas, PT INKA Siapkan Kajiannya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Rekomendasi
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
House And Vox Indonesia...
House And Vox Indonesia Ramaikan IIFEX EASTFOOD 2026, Hadirkan Inovasi Produk dan Cooking Demo
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Program Tabungan Dahsyat...
Program Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank Perkuat Loyalitas Nasabah
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, 418.000 Pemudik Nikmati Diskon Penyeberangan ASDP
PNM Mekaar Salurkan...
PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Infografis
Jadwal Pembelian Token...
Jadwal Pembelian Token Listrik PLN Diskon 50 Persen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved