5 Juta Orang Bakal Kehilangan Pekerjaan Jika India Setop Bakar Batu Bara Besok
Rabu, 29 Maret 2023 - 10:09 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mendapatkan angka USD900 miliar, kelompok ini meneliti empat distrik batu bara di India dan mengidentifikasi delapan faktor biaya yang berbeda, seperti menyiapkan infrastruktur dan menyiapkan pekerja dalam proses transisi.
Investasi tunggal terbesar untuk memungkinkan transisi energi yang adil adalah biaya untuk menyiapkan infrastruktur energi bersih, yang diperkirakan oleh laporan tersebut dapat mencapai USD472 miliar pada tahun 2050. Menyediakan pekerja di sektor energi bersih akan menelan biaya kurang dari 10% dari jumlah total yang diperlukan untuk transisi yang adil, atau sekitar USD9 miliar.
Lembaga think tank itu mengatakan, investasi USD600 miliar diperuntukkan pada industri dan infrastruktur baru, dengan tambahan USD300 miliar sebagai hibah dan subsidi untuk mendukung pekerja industri batu bara dan masyarakat yang terkena dampak.
"Skala transisinya masif. Jika pekerja sektor formal dan informal dimasukkan, kita berbicara tentang industri yang menjadi penyelamat bagi 15 hingga 20 juta orang," kata Sandeep Pai, seorang rekan senior di Center for Strategic and International Studies, sebuah kelompok yang berbasis di Washington DC.
"Laporan seperti ini sangat penting karena pembicaraan soal transisi yang adil baru dimulai sekarang di India ... kami membutuhkan lebih banyak lagi," bebernya.
India dikenal sebagai salah satu penghasil gas penghangat planet terbesar di belakang China, AS (Amerika Serikat), dan UE (Uni Eropa). Negara ini bergantung pada batu bara untuk 75% dari kebutuhan listriknya dan 55% dari keseluruhan kebutuhan energinya dan masih jauh dari kata berhenti.
Awal bulan ini, pemerintah India mengeluarkan perintah darurat yang menetapkan bahwa pembangkit batu bara dijalankan dengan kapasitas penuh hingga musim panas ini untuk menghindari adanya pemadaman listrik. Penggunaan batu bara di negara itu diperkirakan akan mencapai puncaknya antara tahun 2035 dan 2040, menurut angka resmi pemerintah.
Investasi tunggal terbesar untuk memungkinkan transisi energi yang adil adalah biaya untuk menyiapkan infrastruktur energi bersih, yang diperkirakan oleh laporan tersebut dapat mencapai USD472 miliar pada tahun 2050. Menyediakan pekerja di sektor energi bersih akan menelan biaya kurang dari 10% dari jumlah total yang diperlukan untuk transisi yang adil, atau sekitar USD9 miliar.
Lembaga think tank itu mengatakan, investasi USD600 miliar diperuntukkan pada industri dan infrastruktur baru, dengan tambahan USD300 miliar sebagai hibah dan subsidi untuk mendukung pekerja industri batu bara dan masyarakat yang terkena dampak.
"Skala transisinya masif. Jika pekerja sektor formal dan informal dimasukkan, kita berbicara tentang industri yang menjadi penyelamat bagi 15 hingga 20 juta orang," kata Sandeep Pai, seorang rekan senior di Center for Strategic and International Studies, sebuah kelompok yang berbasis di Washington DC.
"Laporan seperti ini sangat penting karena pembicaraan soal transisi yang adil baru dimulai sekarang di India ... kami membutuhkan lebih banyak lagi," bebernya.
India dikenal sebagai salah satu penghasil gas penghangat planet terbesar di belakang China, AS (Amerika Serikat), dan UE (Uni Eropa). Negara ini bergantung pada batu bara untuk 75% dari kebutuhan listriknya dan 55% dari keseluruhan kebutuhan energinya dan masih jauh dari kata berhenti.
Awal bulan ini, pemerintah India mengeluarkan perintah darurat yang menetapkan bahwa pembangkit batu bara dijalankan dengan kapasitas penuh hingga musim panas ini untuk menghindari adanya pemadaman listrik. Penggunaan batu bara di negara itu diperkirakan akan mencapai puncaknya antara tahun 2035 dan 2040, menurut angka resmi pemerintah.
Lihat Juga :