Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik, Kadin Dorong Kolaborasi RI-Filipina
Rabu, 29 Maret 2023 - 16:30 WIB
loading...
Ketua Kadin Arsjad Rasjid dalam rangkaian acara roadshow ASEAN-BAC ke Filipina. FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
JAKARTA - ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) membuka kerja sama antara Indonesia dengan Filipina untuk bersama-sama membangun ekosistem kendaraan listrik . Sebagaimana diketahui, kedua negara memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dengan cadangan bijih mencapai 33-40% dari seluruh dunia.
Potensi ini terungkap dalam dalam roadshow ASEAN-BAC ke Filipina untuk membangun dialog bisnis untuk membangun potensi kemitraan. Roadshow yang dipimpin Arsjad Rasjid, sekaligus Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya menciptakan nilai tambah untuk nikel dan tambang mineral lain dann mendukung agenda regenerasi hutan yang sejalan dengan program warisan ASEAN-BAC serta meningkatkan kerja sama terkait konektivitas pembayaran melalui program ASEAN QR Code.
"Keketuaan ASEAN-BAC berupaya untuk menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan dan ekonomi global, terutama pada sektor-sektor baru seperti pembangunan hijau dan transformasi digital. Salah satu penerima manfaat utama dari agenda ini adalah UMKM dan Filipina memainkan peran penting sebagai salah satu mitra ASEAN dan juga Indonesia," jelas Arsjad dalam siaran pers, Rabu (29/3/2023).
Baca Juga: Pemerintah dan Kadin Kolaborasi Perkuat Perdagangan Indo-Pasifik
Indonesia dan Filipina memegang posisi kuat untuk cadangan bijih nikel global. Dengan kerja sama yang lebih erat, kedua negara berpotensi meningkatkan produksi nikel dunia hingga mencapai 50%. Selain itu, potensi cadangan mineral lain untuk kendaraan listrik juga menjadi sorotan, sehingga ASEAN bisa menjadi pusat rantai pasok kendaraan listrik.
"Ini memberikan dasar yang kuat untuk bekerja sama dan menjadi pemimpin dalam ekosistem industri kendaraan listrik dan baterai, baik di ASEAN maupun di dunia," ujar Arsjad.
Potensi ini terungkap dalam dalam roadshow ASEAN-BAC ke Filipina untuk membangun dialog bisnis untuk membangun potensi kemitraan. Roadshow yang dipimpin Arsjad Rasjid, sekaligus Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya menciptakan nilai tambah untuk nikel dan tambang mineral lain dann mendukung agenda regenerasi hutan yang sejalan dengan program warisan ASEAN-BAC serta meningkatkan kerja sama terkait konektivitas pembayaran melalui program ASEAN QR Code.
"Keketuaan ASEAN-BAC berupaya untuk menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan dan ekonomi global, terutama pada sektor-sektor baru seperti pembangunan hijau dan transformasi digital. Salah satu penerima manfaat utama dari agenda ini adalah UMKM dan Filipina memainkan peran penting sebagai salah satu mitra ASEAN dan juga Indonesia," jelas Arsjad dalam siaran pers, Rabu (29/3/2023).
Baca Juga: Pemerintah dan Kadin Kolaborasi Perkuat Perdagangan Indo-Pasifik
Indonesia dan Filipina memegang posisi kuat untuk cadangan bijih nikel global. Dengan kerja sama yang lebih erat, kedua negara berpotensi meningkatkan produksi nikel dunia hingga mencapai 50%. Selain itu, potensi cadangan mineral lain untuk kendaraan listrik juga menjadi sorotan, sehingga ASEAN bisa menjadi pusat rantai pasok kendaraan listrik.
"Ini memberikan dasar yang kuat untuk bekerja sama dan menjadi pemimpin dalam ekosistem industri kendaraan listrik dan baterai, baik di ASEAN maupun di dunia," ujar Arsjad.
Lihat Juga :