Ada Pemilu dan Bangun IKN, Belanja Negara Tahun 2024 Diproyeksi Tembus Rp3.476 Triliun
Kamis, 06 April 2023 - 15:34 WIB
loading...
Pembangunan IKN dan pemilu bisa bikin bengkak belanja negara. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan bahwa tema kebijakan fiskal 2024 adalah 'Mempercepat Transformasi Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan'. Terkait dengan postur makro fiskal 2024, dia mengatakan bahwa belanja negara dipatok di kisaran Rp3.215,7 triliun hingga Rp3.476,2 triliun.
Baca juga: Soal Jaga Inflasi atau Stabilitas Keuangan, Sri Mulyani: Seperti Memilih Ayah atau Ibu
"Belanja ini terdiri dari belanja pemerintah pusat yang ditargetkan di rentang Rp2.400,7 triliun hingga Rp2.631,2 triliun, lalu transfer ke daerah (TKD) di rentang Rp815 triliun hingga Rp845 triliun," ujar Sri dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2023 secara virtual di Jakarta, Kamis (6/4/2023).
Di tahun 2024, dia menyebutkan bahwa ada beberapa belanja khusus yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang sudah mulai tahun ini dan tahun depan.
"Dan juga khususnya untuk persiapan dan pelaksanaan pemilu," ungkap Sri.
Di sisi lain, pendapatan negara ditargetkan di rentang Rp2.719,1 triliun hingga Rp2.865,3 triliun. Dari sisi penerimaan perpajakan, Sri Mulyani optimistia akan berada di kisaran Rp2.280,3 triliun sampai Rp2.355,8 triliun. Untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP), diproyeksikan Rp436,5 triliun hingga Rp504,9 triliun.
Baca juga: UI Jadi Universitas Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2023
"Defisit anggaran 2024 diprediksi akan menyentuh Rp496,6 triliun hingga 610,9 triliun. Ini berarti defisitnya diproyeksikan di kisaran 2,16-2,64%," pungkas Sri.
Baca juga: Soal Jaga Inflasi atau Stabilitas Keuangan, Sri Mulyani: Seperti Memilih Ayah atau Ibu
"Belanja ini terdiri dari belanja pemerintah pusat yang ditargetkan di rentang Rp2.400,7 triliun hingga Rp2.631,2 triliun, lalu transfer ke daerah (TKD) di rentang Rp815 triliun hingga Rp845 triliun," ujar Sri dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2023 secara virtual di Jakarta, Kamis (6/4/2023).
Di tahun 2024, dia menyebutkan bahwa ada beberapa belanja khusus yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang sudah mulai tahun ini dan tahun depan.
"Dan juga khususnya untuk persiapan dan pelaksanaan pemilu," ungkap Sri.
Di sisi lain, pendapatan negara ditargetkan di rentang Rp2.719,1 triliun hingga Rp2.865,3 triliun. Dari sisi penerimaan perpajakan, Sri Mulyani optimistia akan berada di kisaran Rp2.280,3 triliun sampai Rp2.355,8 triliun. Untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP), diproyeksikan Rp436,5 triliun hingga Rp504,9 triliun.
Baca juga: UI Jadi Universitas Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2023
"Defisit anggaran 2024 diprediksi akan menyentuh Rp496,6 triliun hingga 610,9 triliun. Ini berarti defisitnya diproyeksikan di kisaran 2,16-2,64%," pungkas Sri.
(uka)
Lihat Juga :