JKN-KIS, Bantu Irma Pasien Hemodialisa Bertahan Hidup

Senin, 20 Juli 2020 - 15:07 WIB
loading...
A A A
Dengan asumsi, ketika tidak sakit meski membayar itu sama saja dengan melakukan sedekah ke mereka yang sedang sakit. Apalagi, semangat program ini adalah gotong royong membantu mereka yang sakit melalui pembayaran iuran tepat waktu bagi mereka yang sehat.

Namun, siapa nanya pada Oktober 2016, Indah rupanya divonis gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah. Sejak itulah, hingga saat ini Indah memanfaatkan program JKN-KIS.

“Saya ikut program JKN-KIS 2016 awal dan memanfaatkannya pada Oktober 2016 melalui kepesertaan mandiri kelas I, dengan iuran saat ini yang dibayarkan Rp150.000 per bulan dengan jumlah peserta yang masih dalam Kartu Keluarga (KK) ada tiga atau sebesar Rp450.000 sebulannya,” ujarnya.

Besaran itu,kata dia, tentunya jika dibandingkan manfaat yang dirasakan justru sanga-sangat murah. Mengingat, Indah harus menjalani terapi cuci darah seminggu dua kali. Dengan asumsi sekali cuci darah biaya yang harus dibayarkan Rp1,2 juta satu sesinya atau dalam sebulan bisa delapan kali berobat. Dari hitungan itu, dia menyebutkan biaya yang harus dihabiskan mencapai Rp9,6 juta.

“Bagi saya besaran iuran itu tidak memberatkan, bila dibandingkan dengan manfaat saya rasakan jauh lebih besar. Entah, apa yang terjadi jika tidak ada program JKN-KIS ini bisa jadi saya sudah tidak bisa terapi,” ungkapnya.

Indah yang setiap Selasa dan Jumat melakukan jadwal cuci darah di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Unhas ini mengaku senang dengan hadirnya program tersebut, karena akan banyak yang terbantu. Makanya, pihaknya senantiasa berkomitmen membayar iuran tepat waktu sebelum jatuh tempo tanggal 10 bulan berjalan.

“Meski hanya proses cuci darah yang ditanggung dan beberapa item obat saja, namun program ini tentu sangat luar biasa. Bisa dikatakan ini membantu saya bertahan hidup,” tuturnya.

Dia mengaku, selama proses pengobatan sangat merasakan kenyaman dari petugas medis di rumah sakit. Karena, mereka kadang mengingatkan jika jadwal cuci darah sudah tiba.

Peserta JKN-KIS lainnya yang merasakan manfaatnya, yakni ASN Pemkot Makassar, Azis Hasan.

Dia bercerita tentang pengalamannya menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Manfaat kepesertaan dipakai untuk operasi jantung di rumah sakit Pusat Jantung Terpadu di Makassar. Tidak ada biaya sepeserpun yang dikeluarkannya saat itu.

“Saya sangat bersyukur karena Alhamdulliah selama proses pengobatan semua berjalan lancar dan tanpa biaya sepeserpun, tidak bisa dibayangkan jika harus bayar pasti sangat besar biayanya,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan data di BPJS Kesehatan cabang Makassar meliputi, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, Pangkep dan Takalar menyebutkan total peserta JKN-KIS mencapai 2.631.229 kepesertaan per Mei 2020. Jumlah tersebut terdiri dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun non PBI didalamnya juga terdapat peserta mandiri.

Sedangkan, total iuran yang diterima BPJS Kesehatan per Mei 2020 sebesar Rp187,689 miliar dengan total pembayaran klaim ke sejumlah fasilitas kesehatan sebesar Rp820,564 miliar atau ada selisih sebesar Rp632,875 miliar.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026
BPJS Kesehatan dan Kemenimipas...
BPJS Kesehatan dan Kemenimipas Perkuat Perlindungan JKN bagi Warga Binaan
Posko Mudik BPJS Kesehatan...
Posko Mudik BPJS Kesehatan Bikin Pulang Kampung Aman dan Nyaman
Menko Cak Imin Resmi...
Menko Cak Imin Resmi Lantik Dirut BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Periode 2026-2031
Profil Prihati Pujowaskito,...
Profil Prihati Pujowaskito, Eks Dokter Kopassus Jadi Dirut BPJS Kesehatan
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Didapuk Jadi Dirut BPJS Kesehatan, Ini Susunan Direksi Terbaru
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
BPJS Kesehatan Buka...
BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja PATT 2026, Pendidikan Minimal D3 Semua Jurusan
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
Rekomendasi
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Infografis
Ilmuwan Swiss Berhasil...
Ilmuwan Swiss Berhasil Ciptakan Baterai Hidup dari Jamur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved