Realisasi Penerimaan Bea Cukai Turun 8,93%, Ini Penyebabnya
Rabu, 19 April 2023 - 07:50 WIB
loading...
Laporan kinerja Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan. FOTO/Antara Photo
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Ditjen Bea Cukai) membeberkan terkait penurunan realisasi bea cukai . Berdasarkan laporan realisasi penerimaan bea cukai turun 8,93% pada Maret 2023 menjadi sebesar Rp72,24 triliun dari bea masuk, bea keluar, dan cukai.
"Penurunan penerimaan cukai dipengaruhi oleh turunnya pemesanan pita cukai dan jumlah produksi rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM) golongan 1. Sementara penurunan penerimaan bea keluar dipengaruhi oleh turunnya harga beberapa komoditas ekspor, seperti produk sawit, konsentrat tembaga, dan bauksit," kata Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana, melalui siaran pers, di Jakarta, Rabu (19/4/2023).
Baca Juga: Dihujani Kritik Akibat Ulah Anak Buah, Begini Jawaban Sri Mulyani
Di sisi kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga bulan Maret 2023 masih terjaga dengan baik. Meskipun kondisi ekonomi global saat ini tidak menentu, namun prospek ekonomi domestik masih dinilai kuat dengan terjaganya indikator inflasi, peningkatan kunjungan wisata, dan kinerja manufaktur yang ekspansif.
Hatta mengatakan kinerja APBN hingga Maret 2023 menunjukkan hasil yang positif, dengan anggaran pendapatan dan anggaran belanja negara masing-masing mencapai nilai Rp647,2 triliun dan Rp518,7 triliun atau tumbuh 29,09% (yoy) dan 5,7% (yoy).
"Penurunan penerimaan cukai dipengaruhi oleh turunnya pemesanan pita cukai dan jumlah produksi rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM) golongan 1. Sementara penurunan penerimaan bea keluar dipengaruhi oleh turunnya harga beberapa komoditas ekspor, seperti produk sawit, konsentrat tembaga, dan bauksit," kata Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana, melalui siaran pers, di Jakarta, Rabu (19/4/2023).
Baca Juga: Dihujani Kritik Akibat Ulah Anak Buah, Begini Jawaban Sri Mulyani
Di sisi kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga bulan Maret 2023 masih terjaga dengan baik. Meskipun kondisi ekonomi global saat ini tidak menentu, namun prospek ekonomi domestik masih dinilai kuat dengan terjaganya indikator inflasi, peningkatan kunjungan wisata, dan kinerja manufaktur yang ekspansif.
Hatta mengatakan kinerja APBN hingga Maret 2023 menunjukkan hasil yang positif, dengan anggaran pendapatan dan anggaran belanja negara masing-masing mencapai nilai Rp647,2 triliun dan Rp518,7 triliun atau tumbuh 29,09% (yoy) dan 5,7% (yoy).
Lihat Juga :