India atau Indonesia? Ini Kata Sri Mulyani Siapa yang Lebih Cepat Tumbuh!
Rabu, 19 April 2023 - 13:29 WIB
loading...
Menkeu, Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa kedua negara yakni Indonesia dan India merupakan dua yang paling menonjol di antara 20 ekonomi terbesar dunia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa kedua negara yakni Indonesia dan India memelopori cara baru untuk menjadi kaya di dunia yang bermasalah. Sebelumnya Majalah The Economist edisi 30 Maret 2023 lalu memuat artikel Internasional mengenai “Asia’s Greatest Race: Which will go faster: India or Indonesia?”
"Jika Anda mencari peluang pertumbuhan di antara 20 ekonomi terbesar dunia, ada dua yang menonjol, yaitu India dan Indonesia," ucap Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Rabu (19/4/2023).
Baca Juga: Kebijakan Ketat Pandemi Usai, Ekonomi China Melesat hingga 4,5 Persen
Kedua raksasa Asia tersebut, dengan populasi gabungan 1,7 miliar, diperkirakan oleh IMF akan menjadi dua ekonomi teratas dengan pertumbuhan tercepat pada tahun 2023 dan selama lima tahun ke depan.
"Keduanya merintis strategi untuk menjadi lebih kaya di era de-globalisasi, geopolitik yang sarat, otomatisasi, dan pergeseran energi, bahkan ketika mereka mencari formula politik yang bisa memenangkan pemilu dan menghindari keresahan sosial," ungkapnya.
Baca Juga: IMF: China Akan Jadi Pendorong Ekonomi Terbesar Dunia 5 Tahun ke Depan
"Jika Anda mencari peluang pertumbuhan di antara 20 ekonomi terbesar dunia, ada dua yang menonjol, yaitu India dan Indonesia," ucap Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Rabu (19/4/2023).
Baca Juga: Kebijakan Ketat Pandemi Usai, Ekonomi China Melesat hingga 4,5 Persen
Kedua raksasa Asia tersebut, dengan populasi gabungan 1,7 miliar, diperkirakan oleh IMF akan menjadi dua ekonomi teratas dengan pertumbuhan tercepat pada tahun 2023 dan selama lima tahun ke depan.
"Keduanya merintis strategi untuk menjadi lebih kaya di era de-globalisasi, geopolitik yang sarat, otomatisasi, dan pergeseran energi, bahkan ketika mereka mencari formula politik yang bisa memenangkan pemilu dan menghindari keresahan sosial," ungkapnya.
Baca Juga: IMF: China Akan Jadi Pendorong Ekonomi Terbesar Dunia 5 Tahun ke Depan
Lihat Juga :