Pejabat Kedubes AS Beberkan Penggunaan Dana Hibah Rp9,6 Triliun
Rabu, 19 April 2023 - 18:28 WIB
loading...
Pejabat Kedubes AS beberkan penggunaan dana hibah untuk Indonesia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Menkeu Amerika Serikat (AS) Janet Yellen baru saja menandatangani Kesepakatan Infrastruktur dan Keuangan Indonesia (Indonesia Infrastructure and Finance Compact) senilai Rp10,2 triliun atau USD698 juta.
Baca juga: AS dan Indonesia Teken Kesepakatan Infrastruktur dan Keuangan Rp10,2 Triliun
Dana itu merupakan hibah lima tahun antara Millennium Challenge Corporation (MCC) Pemerintah AS dan Indonesia, dengan kontribusi Rp9,5 triliun (USD649 juta) dari AS dan Rp718 miliar (USD49 juta) dari Pemerintah Indonesia. Penandatanganan ini baru dilakukan pada pekan lalu di Washington DC, AS.
"Indonesia Infrastructure and Finance Compact terdiri dari tiga proyek utama, yang berfokus pada kesenjangan pengembangan infrastruktur khususnya di lima provinsi, pengembangan pasar keuangan dan mengundang investor swasta, serta meningkatkan layanan pinjaman formal khususnya UMKM yang dimiliki oleh perempuan," ujar salah satu pejabat Kedutaan Besar (Kedubes) AS dalam Limited Media Roundtable di Jakarta, Rabu (19/4/2023).
Yang pertama adalah Proyek Memajukan Aksesibilitas Transportasi dan Logistik atau Advancing Transport and Logistics Accessibility Services Project (ATLAS) yang alokasi dananya sebesar USD350 juta. MCC dalam hal ini akan bekerja sama dengan lima pemerintah provinsi, yaitu Sumatra Selatan, Sulawsi Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Bali.
Baca juga: AS dan Indonesia Teken Kesepakatan Infrastruktur dan Keuangan Rp10,2 Triliun
Dana itu merupakan hibah lima tahun antara Millennium Challenge Corporation (MCC) Pemerintah AS dan Indonesia, dengan kontribusi Rp9,5 triliun (USD649 juta) dari AS dan Rp718 miliar (USD49 juta) dari Pemerintah Indonesia. Penandatanganan ini baru dilakukan pada pekan lalu di Washington DC, AS.
"Indonesia Infrastructure and Finance Compact terdiri dari tiga proyek utama, yang berfokus pada kesenjangan pengembangan infrastruktur khususnya di lima provinsi, pengembangan pasar keuangan dan mengundang investor swasta, serta meningkatkan layanan pinjaman formal khususnya UMKM yang dimiliki oleh perempuan," ujar salah satu pejabat Kedutaan Besar (Kedubes) AS dalam Limited Media Roundtable di Jakarta, Rabu (19/4/2023).
Yang pertama adalah Proyek Memajukan Aksesibilitas Transportasi dan Logistik atau Advancing Transport and Logistics Accessibility Services Project (ATLAS) yang alokasi dananya sebesar USD350 juta. MCC dalam hal ini akan bekerja sama dengan lima pemerintah provinsi, yaitu Sumatra Selatan, Sulawsi Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Bali.
Lihat Juga :