Persiapan Operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Fine Adjustment Rel Capai 69,5%
Kamis, 20 April 2023 - 13:43 WIB
loading...
Seluruh rel Kereta Api Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dilakukan penyesuaian halus atau fine adjustment, sebagai salah satu tahapan menjelang commissioning test. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Seluruh rel Kereta Api Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dilakukan penyesuaian halus atau fine adjustment, sebagai salah satu tahapan menjelang commissioning test. Fine adjustment adalah proses tuning atau kalibrasi rel yang sudah dipasangkan.
Baca Juga: Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp18,2 Triliun, Erick Thohir: Korupsi Kita Sikat
General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) , Rahadian Ratry mengatakan, proses ini dilakukan setelah proses instalasi rel (track laying) selesai. Adapun keseluruhan proses track laying sepanjang 304 km sendiri telah selesai pada 31 Maret 2023 dan diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan.
"Pengerjaan proyek KCJB terus dilakukan agar dapat segera dioperasikan. Fine adjustment adalah salah satu proses yang saat ini sedang dilakukan oleh jajaran KCIC dan kontraktor untuk memastikan perjalanan KCJB aman dan nyaman," ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Rahadian Ratry dalam keterangan tertulis, Kamis (20/4/2023).
Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Lebih Ngebut Dibanding Buatan Jepang dan Jerman
Fine adjustment dilakukan untuk memastikan tidak ada gelombang pada rel KCJB. Hal ini penting, karena rel yang akan dilalui KCJB perlu dipastikan sudah benar-benar lurus dan rata. Sehingga saat KCJB melaju dalam kecepatan 350 km/jam, penumpang tidak merasakan guncangan yang mengganggu kenyamanan.
Sebelum fine adjustment dilakukan, perlu dilakukan ballast disturbing yaitu memberikan guncangan pada tumpukan batu ballast di jalur KCJB sesuai dengan kekuatan guncangan KA Cepat. Tujuannya untuk meratakan posisi batu ballast agar kuat meredam guncangan KCJB saat melintas. Baru setelah proses ini selesai, mesin penyesuaian halus atau fine adjustment akan dijalankan di atas rel.
Baca Juga: Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp18,2 Triliun, Erick Thohir: Korupsi Kita Sikat
General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) , Rahadian Ratry mengatakan, proses ini dilakukan setelah proses instalasi rel (track laying) selesai. Adapun keseluruhan proses track laying sepanjang 304 km sendiri telah selesai pada 31 Maret 2023 dan diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan.
"Pengerjaan proyek KCJB terus dilakukan agar dapat segera dioperasikan. Fine adjustment adalah salah satu proses yang saat ini sedang dilakukan oleh jajaran KCIC dan kontraktor untuk memastikan perjalanan KCJB aman dan nyaman," ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Rahadian Ratry dalam keterangan tertulis, Kamis (20/4/2023).
Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Lebih Ngebut Dibanding Buatan Jepang dan Jerman
Fine adjustment dilakukan untuk memastikan tidak ada gelombang pada rel KCJB. Hal ini penting, karena rel yang akan dilalui KCJB perlu dipastikan sudah benar-benar lurus dan rata. Sehingga saat KCJB melaju dalam kecepatan 350 km/jam, penumpang tidak merasakan guncangan yang mengganggu kenyamanan.
Sebelum fine adjustment dilakukan, perlu dilakukan ballast disturbing yaitu memberikan guncangan pada tumpukan batu ballast di jalur KCJB sesuai dengan kekuatan guncangan KA Cepat. Tujuannya untuk meratakan posisi batu ballast agar kuat meredam guncangan KCJB saat melintas. Baru setelah proses ini selesai, mesin penyesuaian halus atau fine adjustment akan dijalankan di atas rel.
Lihat Juga :