Pedagang Baju Pasar Tanah Abang Curhat, Mudik Lebaran Bikin Omzet Anjlok 50 Persen
Kamis, 20 April 2023 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Lanjut dia, pembeli di Pasar Tanah Abang lebih didominasi orang perantau dibandingkan orang lokal. Makanya, ketika tahun ini perantau banyak yang mudik, pembeli Pasar Tanah Abang jadi menurun.
"Tahun ini lebih sepi daripada Lebaran tahun lalu. Karena tahun lalu itu banyak orang daerah yang belanja. Misalnya dari Makasar, Medan. Kalau sekarang jarang. Kebanyakan yang beli orang sini," papar Vina.
"Daya beli masyarakatnya turun. Mungkin karena banyak yang mudik. Jadi uangnya dipake buat mudik. Kalau dulu kan masih ada aturan mudik, jadi enggak semuanya mudik. Makanya sebagian dari mereka uangnya untuk belanja," sambung Vina.
Hal senada juga dikatakan Sahrul. Pedagang baju koko itu menyebut bahwa tahun ini pendapatannya menurun. Ia hanya bisa meraup banyak keuntungan saat sebelum puasa saja. Sedangkan saat puasa pembeli menurun.
Sebelum puasa ia bisa mengantongi pendapatan Rp15 juta per hari, namun kini saat momen puasa hanya bisa mengantongi Rp10 juta per hari.
"Untuk omzet sebelum puasa itu seharinya Rp15 juta, semenjak puasa untuk hari-hari biasa Rp10 juta. Kalau weekend bisa lebih tapi nggak banyak juga. Dibanding tahun lalu lebih enakan tahun lalu, nggak tau kenapa, atau karena isu resesi itu, makanya daya beli masyarakat turun," kata Sahrul.
"Tahun ini lebih sepi daripada Lebaran tahun lalu. Karena tahun lalu itu banyak orang daerah yang belanja. Misalnya dari Makasar, Medan. Kalau sekarang jarang. Kebanyakan yang beli orang sini," papar Vina.
"Daya beli masyarakatnya turun. Mungkin karena banyak yang mudik. Jadi uangnya dipake buat mudik. Kalau dulu kan masih ada aturan mudik, jadi enggak semuanya mudik. Makanya sebagian dari mereka uangnya untuk belanja," sambung Vina.
Hal senada juga dikatakan Sahrul. Pedagang baju koko itu menyebut bahwa tahun ini pendapatannya menurun. Ia hanya bisa meraup banyak keuntungan saat sebelum puasa saja. Sedangkan saat puasa pembeli menurun.
Sebelum puasa ia bisa mengantongi pendapatan Rp15 juta per hari, namun kini saat momen puasa hanya bisa mengantongi Rp10 juta per hari.
"Untuk omzet sebelum puasa itu seharinya Rp15 juta, semenjak puasa untuk hari-hari biasa Rp10 juta. Kalau weekend bisa lebih tapi nggak banyak juga. Dibanding tahun lalu lebih enakan tahun lalu, nggak tau kenapa, atau karena isu resesi itu, makanya daya beli masyarakat turun," kata Sahrul.
Lihat Juga :