Mendag Beberkan Langkah Dorong Ekspor Mamin dan Komoditas Unggulan
Selasa, 21 Juli 2020 - 12:23 WIB
loading...
A
A
A
Agus menyebutkan, Kemendag melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) juga terus membuka pasar baru dan menawarkan produk unggulan antara lain kopi, teh, minuman jahe, bumbu masak, berbagai saus siap pakai, rempah-rempah, makanan laut, keripik, mi instan, sarang burung walet, serta produk berbahan baku gula (confectionery products), ke sejumlah negara potensial, seperti Kanada.
Kendati demikian, Mendag mengatakan bahwa industri makanan dan minuman olahan menghadapi tantangan ekspor yang cukup berat, karena pandemi juga menyebabkan pembatasan sosial. Meski begitu, hal itu tidak menyurutkan semangat ekspor produk makanan dan minuman olahan Indonesia. Agus yakin produk ini tetap dibutuhkan pasar dunia.
(Baca Juga:Nih, 5 Alasan Kenapa Indonesia Harus Pacu Ekspor ke Amerika)
"Kemendag terus mendorong pengembangan ekspor produk ini untuk mengawal kinerja ekspor, khususnya di tengah pandemi Covid-19," tegasnya.
Penyelenggaraan business matching dilaksanakan di beberapa lokasi berbeda yaitu di Kantor ITPC Vancouver Kanada sebagai tempat berkumpulnya para buyer dan di Kantor Kemendag, Jakarta serta di kantor eksportir masing-masing.
Rangkaian business matching virtual Indonesia-Kanada dijadwalkan dalam empat gelombang. Pertama, pada Juli ini dengan fokus produk makanan dan minuman olahan. Kedua, pada September 2020 dengan fokus produk alas kaki, fashion, serta tekstil dan produk tekstil.
Ketiga, pada Oktober untuk produk alat-alat kesehatan, obat-obatan termasuk herbal, serta produk kimia dan farmasi. Keempat, pada November 2020 untuk produk mebel termasuk furnitur bongkar-pasang (knock-down furniture), dekorasi rumah, dan perabotan serta peralatan rumah tangga.
Kendati demikian, Mendag mengatakan bahwa industri makanan dan minuman olahan menghadapi tantangan ekspor yang cukup berat, karena pandemi juga menyebabkan pembatasan sosial. Meski begitu, hal itu tidak menyurutkan semangat ekspor produk makanan dan minuman olahan Indonesia. Agus yakin produk ini tetap dibutuhkan pasar dunia.
(Baca Juga:Nih, 5 Alasan Kenapa Indonesia Harus Pacu Ekspor ke Amerika)
"Kemendag terus mendorong pengembangan ekspor produk ini untuk mengawal kinerja ekspor, khususnya di tengah pandemi Covid-19," tegasnya.
Penyelenggaraan business matching dilaksanakan di beberapa lokasi berbeda yaitu di Kantor ITPC Vancouver Kanada sebagai tempat berkumpulnya para buyer dan di Kantor Kemendag, Jakarta serta di kantor eksportir masing-masing.
Rangkaian business matching virtual Indonesia-Kanada dijadwalkan dalam empat gelombang. Pertama, pada Juli ini dengan fokus produk makanan dan minuman olahan. Kedua, pada September 2020 dengan fokus produk alas kaki, fashion, serta tekstil dan produk tekstil.
Ketiga, pada Oktober untuk produk alat-alat kesehatan, obat-obatan termasuk herbal, serta produk kimia dan farmasi. Keempat, pada November 2020 untuk produk mebel termasuk furnitur bongkar-pasang (knock-down furniture), dekorasi rumah, dan perabotan serta peralatan rumah tangga.
(fai)
Lihat Juga :