Impor Kereta Bekas Jadi Polemik, 10 Rangkaian KRL Tetap Pensiun?

Selasa, 25 April 2023 - 20:52 WIB
loading...
Impor Kereta Bekas Jadi...
10 rangkaian KRL atau Commuter Line Jabodetabek masih beroperasi di tengah polemik impor kereta bekas Jepang. Sepuluh KRL Commuter itu sejatinya bakal dipensiunkan tahun ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Hingga saat ini operasional 10 rangkaian Kereta Rel Listrik atau KRL Commuter Line Jabodetabek belum diberhentikan PT Kereta Commuter Indonesia (Persero) atau KCI . Padahal, 10 rangkaian itu harus dipensiunkan demi menjaga keselamatan penumpang.

Baca Juga: Erick Thohir Masih Pelajari Rekomendasi Soal Impor KRL Bekas Jepang

VP Corporate Secretary KCI, Anne Purba memastikan, pemberhentian operasional 10 rangkaian KRL tahun ini tetap dilakukan. Hanya saja, pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah selaku otoritas dan pemegang saham.

"Khusus untuk KRL saat ini kami terus berkoordinasi dengan pemerintah dan stakeholder, ini kan sudah positif (pemberhentian)," ujar Anne saat ditemui di Stasiun Jakarta Kota, Selasa (25/4/2022).

Baca Juga: Sejarah KRL, Dibangun Hindia Belanda Tahun 1917 untuk Transportasi Masyarakat Batavia

KCI memang akan mempensiunkan 10 rangkaian KRL pada tahun ini. Kemudian 16 rangkaian pada 2024. Anne menyebut pemberhentian itu harus dibarengi dengan pengadaan rangkaian KRL agar KCI bisa memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat via kereta api.

Pada konteks ini, KCI selaku operator sudah mengajukan surat permohonan impor KRL bekas asal Jepang kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Sayangnya, surat tersebut ditolak dengan alasan KCI harus mengedepankan produksi dalam negeri.

Meski opsi TKDN menjadi dasar pikir adanya penolakan impor tersebut, PT INKA (Persero) selaku BUMN pemasok kereta belum bisa memenuhi kebutuhan KRL dari anak usaha PT KAI (Persero) itu hingga 2025 mendatang.

"BPKP juga untuk melakukan audit mengenai konversi dan pengadaan kalau ada perubahan nanti akan kami informasikan," kata Anne.

KAI selaku induk KCI menilai ada kebutuhan mendesak di balik permintaan izin impor 10 KRL bekas. VP Public Relations KAI, Joni Martinus, memandang ada kebutuhan mendasar atas angkutan penumpang, setelah KCI mempensiunkan 10 rangkaian KRL pada 2023 dan 16 rangkaian KRL pada 2024.

Menurutnya, permohonan impor kereta bukan menjadi alasan KAI selaku pemegang saham KCI tidak mengutamakan produksi dalam negeri, namun hanya menjadi alternatif di tengah kebutuhan dan lonjakan penumpang KRL yang tinggi.

Menurut dia INKA belum bisa memasok dalam 2-3 tahun mendatang sehingga meminta waktu tambahan. Hal itu menjadi alasan impor KRL bekas dari Jepang.

Dia merinci, kapasitas setiap satu gerbong mampu melayani 175 orang. Sementara, satu rangkaian KRL terdiri 8-12 gerbong. Jika dihitung secara simultan atau pulang pergi, maka satu rangkaian kereta bisa melayani puluhan ribu penumpang.

Dari perhitungan tersebut, dipastikan ratusan ribu calon penumpang KRL yang tidak dapat mengakses layanan kereta, bila kebutuhan ini tidak disediakan KAI melalui KCI.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
4 Juta Barel Minyak...
4 Juta Barel Minyak Iran Tiba di India Sebelum Berakhirnya Masa Tenggang Sanksi AS
Pengecualian Sanksi...
Pengecualian Sanksi AS, India Banjir Minyak Rusia Melonjak 90%
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Rekomendasi
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Infografis
10 Negara Tetap Pakai...
10 Negara Tetap Pakai Iron Dome Meski Dinilai Kurang Efektif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved