Erick Thohir Masih Pelajari Rekomendasi Soal Impor KRL Bekas Jepang
Selasa, 18 April 2023 - 16:04 WIB
loading...
Soal impor 10 Kereta Rel Listrik atau KRL bekas asal Jepang, Menteri BUMN, Erick Thohir mengaku masih mempelajari rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Soal impor 10 Kereta Rel Listrik atau KRL bekas asal Jepang , Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengaku masih mempelajari rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Seperti diketahui apabila merujuk review BPKP, maka impor rangkaian kereta tidak perlu dilakukan.
Baca Juga: Terima Rekomendasi BPKP, Luhut Belum Putuskan Tolak Impor KRL Bekas
Akan tetapi Erick Thohir memberikan sinyal impor KRL bekas Jepang masih terbuka untuk dilakukan. Ia menerangkan, impor 10 KRL bekas Jepang bisa batal, bila harganya kemahalan.
"Kemarin ada audit dari BPKP sedang dipelajari, itu kalau kemahalan tentu opsinya tidak (impor), tapi kalau hanya membebani penambahan kapasitas dengan harga yang mahal, tentu kita harus berpikir ulang," ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (18/4/2023).
Baca Juga: Hasil Audit BPKP Sudah Clear, Nafsu Impor KRL Bekas Harusnya Berakhir
Hingga kini rencana impor 10 KRL bekas belum difinalisasi pemerintah. Padahal kebutuhan terhadap layanan KRL tahun ini melonjak naik. Dimana PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan mempensiunkan 10 rangkaian KRL pada tahun ini, lalu 16 rangkaian pada 2024.
Untuk kapasitas, setiap satu gerbong mampu melayani 175 orang. Sementara, satu rangkaian KRL terdiri 8-12 gerbong. Jika dihitung secara simultan atau pulang pergi, maka satu rangkaian kereta bisa melayani puluhan ribu penumpang.
Baca Juga: Terima Rekomendasi BPKP, Luhut Belum Putuskan Tolak Impor KRL Bekas
Akan tetapi Erick Thohir memberikan sinyal impor KRL bekas Jepang masih terbuka untuk dilakukan. Ia menerangkan, impor 10 KRL bekas Jepang bisa batal, bila harganya kemahalan.
"Kemarin ada audit dari BPKP sedang dipelajari, itu kalau kemahalan tentu opsinya tidak (impor), tapi kalau hanya membebani penambahan kapasitas dengan harga yang mahal, tentu kita harus berpikir ulang," ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (18/4/2023).
Baca Juga: Hasil Audit BPKP Sudah Clear, Nafsu Impor KRL Bekas Harusnya Berakhir
Hingga kini rencana impor 10 KRL bekas belum difinalisasi pemerintah. Padahal kebutuhan terhadap layanan KRL tahun ini melonjak naik. Dimana PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan mempensiunkan 10 rangkaian KRL pada tahun ini, lalu 16 rangkaian pada 2024.
Untuk kapasitas, setiap satu gerbong mampu melayani 175 orang. Sementara, satu rangkaian KRL terdiri 8-12 gerbong. Jika dihitung secara simultan atau pulang pergi, maka satu rangkaian kereta bisa melayani puluhan ribu penumpang.
Lihat Juga :