Bank Dunia Menyerukan Pendekatan Baru untuk Mengatasi Krisis Utang
Rabu, 26 April 2023 - 17:30 WIB
loading...
Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill menyerukan, pendekatan baru untuk mengatasi krisis utang yang dihadapi banyak negara. Foto/Dok
A
A
A
WASHINGTON - Kepala Ekonom Bank Dunia , Indermit Gill menyerukan, pendekatan baru untuk mengatasi krisis utang yang dihadapi banyak negara. Termasuk langkah-langkah untuk memperhitungkan pinjaman domestik ke dalam penilaian keberlanjutan utang suatu negara.
Baca Juga: Daftar Negara Berkembang yang Diterpa Krisis Utang, Indonesia Termasuk?
Gill mengatakan, kepada Reuters bahwa Kerangka Kerja Bersama yang dibentuk oleh Kelompok 20 ekonomi utama untuk membantu negara-negara termiskin hanya menghasilkan kemajuan glasial karena tidak memperhitungkan 61% utang luar negeri negara- negara berkembang yang dipegang oleh kreditor swasta. Bagian ini jauh lebih besar daripada beberapa dekade lalu.
Hanya empat negara -Zambia, Chad, Ethiopia dan Ghana- yang telah mengajukan permohonan bantuan berdasarkan mekanisme G20 yang dibentuk pada akhir tahun 2020 pada puncak pandemi Covid-19. Meskipun Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan bahwa, bakal ada lebih banyak lagi - 60% negara berpenghasilan rendah - berada dalam atau berisiko tinggi mengalami krisis utang.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.001 Triliun
Hanya Chad -negara di Afrika- yang telah mencapai kesepakatan keringanan utang dengan kreditor - dan itu tidak termasuk pengurangan utang yang sebenarnya.
Baca Juga: Daftar Negara Berkembang yang Diterpa Krisis Utang, Indonesia Termasuk?
Gill mengatakan, kepada Reuters bahwa Kerangka Kerja Bersama yang dibentuk oleh Kelompok 20 ekonomi utama untuk membantu negara-negara termiskin hanya menghasilkan kemajuan glasial karena tidak memperhitungkan 61% utang luar negeri negara- negara berkembang yang dipegang oleh kreditor swasta. Bagian ini jauh lebih besar daripada beberapa dekade lalu.
Hanya empat negara -Zambia, Chad, Ethiopia dan Ghana- yang telah mengajukan permohonan bantuan berdasarkan mekanisme G20 yang dibentuk pada akhir tahun 2020 pada puncak pandemi Covid-19. Meskipun Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan bahwa, bakal ada lebih banyak lagi - 60% negara berpenghasilan rendah - berada dalam atau berisiko tinggi mengalami krisis utang.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.001 Triliun
Hanya Chad -negara di Afrika- yang telah mencapai kesepakatan keringanan utang dengan kreditor - dan itu tidak termasuk pengurangan utang yang sebenarnya.
Lihat Juga :