Ekspor Furnitur RI ke Amerika Melonjak 51,3% Saat Pandemi, Terbanyak ke Kalifornia

Selasa, 21 Juli 2020 - 18:26 WIB
loading...
Ekspor Furnitur RI ke...
Ilustrasi furnitur Indonesia. Foto/Dok SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kinerja ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, ekspor produk furnitur Indonesia ke Negeri Paman Sam justru melonjak signifikan.

Berdasarkan data Glocal Trade Atlas (2020), tercatat ekspor furnitur dari Indonesia ke AS periode Januari-Mei 2020 sebesar USD582,11 juta. Nilai ini meningkat 51,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat USD384,82 juta.

“Di tengah pandemi Covid-19, ekspor produk furnitur periode Januari-Mei 2020 justru meningkat secara signifikan sebesar 51,3%. Peningkatan ini tentunya memberikan angin segar terhadap kinerja ekspor nasional,” jelas Kepala Indonesian Trade Promotion Center Los Angeles (ITPC LA) Bayu Nugroho dalam keterangan resminya, Selasa (21/07/2020). (Baca: Menperin Kaget, Kontribusi Ekspor Manufaktur Capai 79% di Semester I/2020 )

Bayu menyampaikan, wilayah Pantai Barat AS merupakan kontributor terbesar (62,9%) dalam peningkatan ekspor furnitur ini. Nilainya mencapai USD366,21 juta atau melonjak 72,15% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD212,72 juta.

Sedangkan berdasarkan rincian negara bagian di Pantai Barat AS atas ekspor furnitur yakni Kalifornia sebesar USD212,97 juta, Georgia sebesar USD38,07 juta, dan Texas sebesar USD37,04 juta.

Saat ini Indonesia berada di peringkat ke-8 negara pengekspor furnitur terbesar ke AS. Total ekspor furnitur Indonesia ke AS pada 2019 tercatat sebesar USD1,04 miliar atau meningkat 29,16% dibandingkan tahun 2018 yang sebesar USD808,77 juta. (Baca juga: AS-Inggris Atur Siasat Hadapi Kekuatan China )

Berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia-AS periode Januari-Mei 2020 tercatat sebesar USD10,75 miliar, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD3,70 miliar. Sedangkan pada 2019, total perdagangan kedua negara mencapai USD27,11 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD8,58 miliar.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Rekomendasi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved