Dividen BUMN Rp80,2 Triliun Terbesar Sepanjang Sejarah, Erick Thohir Ungkap Apa Artinya
Senin, 01 Mei 2023 - 18:04 WIB
loading...
Dividen BUMN kepada negara mencapai Rp80,2 triliun atau merupakan yang tertinggi dalam sejarah, Menteri BUMN, Erick Thohir mengungkapkan apa artinya?. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Dividen BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang dikontribusikan perusahaan pelat merah kepada negara mencapai Rp 80,2 triliun. Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, dividen perseroan tahun ini merupakan tertinggi dalam sejarah Kementerian BUMN.
"Alhamdulillah saya tadi sampaikan, di Ratas (rapat terbatas) juga ada Bapak Presiden, ada Ibu Sri Mulyani bagaimana dividen BUMN tahun ini hasil kerja tahun kemarin ini terbesar sepanjang sejarah Rp80,2 triliun," ungkap Erick saat ditemui wartawan di kawasan TMII, Senin (1/5/2023).
Baca Juga: Wamen Tiko Ungkap Usulan Agar PMN BUMN Bisa Setara Dividen
Dia menyebut APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tidak saja berasal dari pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), namun juga dari dividen BUMN. Sehingga, anggaran tersebut bisa digunakan untuk program kerakyatan yang digulirkan pemerintah.
Baca Juga: Erick Thohir: Direksi dan BUMN-nya Untung Dapat Bonus, Kementerian Enggak Dapat Apa-apa
BUMN, lanjut Erick, akan terus berkontribusi kepada kas negara. Karena itu, program transformasi perusahaan terus didorong agar bisnis perusahaan tetap membaik.
"Artinya apa? Kita punya sumbangi kepada negara supaya negara tidak hanya mendapatkan pemasukan dari pajak, tetapi juga hasil usaha yang baik untuk apa? Program-program yang mendorong daripada pada kerakyatan, seperti bansos dan lain-lain," ujarnya.
"Alhamdulillah saya tadi sampaikan, di Ratas (rapat terbatas) juga ada Bapak Presiden, ada Ibu Sri Mulyani bagaimana dividen BUMN tahun ini hasil kerja tahun kemarin ini terbesar sepanjang sejarah Rp80,2 triliun," ungkap Erick saat ditemui wartawan di kawasan TMII, Senin (1/5/2023).
Baca Juga: Wamen Tiko Ungkap Usulan Agar PMN BUMN Bisa Setara Dividen
Dia menyebut APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tidak saja berasal dari pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), namun juga dari dividen BUMN. Sehingga, anggaran tersebut bisa digunakan untuk program kerakyatan yang digulirkan pemerintah.
Baca Juga: Erick Thohir: Direksi dan BUMN-nya Untung Dapat Bonus, Kementerian Enggak Dapat Apa-apa
BUMN, lanjut Erick, akan terus berkontribusi kepada kas negara. Karena itu, program transformasi perusahaan terus didorong agar bisnis perusahaan tetap membaik.
"Artinya apa? Kita punya sumbangi kepada negara supaya negara tidak hanya mendapatkan pemasukan dari pajak, tetapi juga hasil usaha yang baik untuk apa? Program-program yang mendorong daripada pada kerakyatan, seperti bansos dan lain-lain," ujarnya.
Lihat Juga :