AS Terancam Gagal Bayar Utang Rp461.000 Triliun, Pasar Keuangan Global Bisa Terguncang

Selasa, 02 Mei 2023 - 11:33 WIB
loading...
A A A
"Partai Republik tidak bisa membiarkan ekstremisme sayap kanan menyandera bangsa kita. Selama beberapa generasi, Kongres telah membuat keputusan pengeluaran dan pendapatan sebagai bagian dari proses anggaran tahunan, yang saat ini sedang berlangsung," kata pernyataan itu.

"Itu adalah tempat yang tepat untuk memperdebatkan dan mendiskusikan gambaran fiskal negara kita bukan dalam situasi penyanderaan di mana Partai Republik yang ekstrim MAGA mencoba memaksakan agenda radikal mereka di Amerika."

Baca Juga: Rusia Gagal Bayar Utang untuk Pertama Kalinya sejak 1998

Di pihak Partai Republik, Ketua DPR Kevin McCarthy menuduh Presiden Biden telah menolak untuk melakukan pekerjaannya dan mengancam membuat AS mengalami gagal bayar pertama kalinya.

"Waktu terus berjalan," kata McCarthy. "Setelah tiga bulan pemerintahan Biden tidak bertindak, DPR bertindak, dan ada sebuah rancangan undang-undang yang sedang dibahas di Senat yang akan menghentikan risiko gagal bayar. Senat dan Presiden harus mulai bekerja dan segera," kata dia.

Dalam sebuah surat lain, yang dikirimkan kepada para anggota kongres pada Januari, Yellen mengatakan bahwa Departemen Keuangan telah memulai tindakan-tindakan luar biasa untuk menghindari gagal bayar utang pemerintah.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Rekomendasi
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Cerita Warga Jember...
Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
Infografis
Trump Tuntut Ukraina...
Trump Tuntut Ukraina Bayar Kembali Rp8.184 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved