Menanti Mata Uang BRICS yang Digadang-gadang Akan Gerus Dominasi Dolar AS

Selasa, 02 Mei 2023 - 12:48 WIB
loading...
A A A
Negara-negara BRICS telah meningkatkan upaya de-dolarisasi mereka dan saat ini bekerja untuk menciptakan mata uang bersama yang akan mengurangi ketergantungan mereka pada dolar AS. Wakil Ketua Duma Negara Bagian Alexander Babakov mengatakan bulan lalu bahwa mata uang BRICS diperkirakan akan dibahas pada pertemuan puncak para pemimpin berikutnya pada bulan Agustus mendatang.

Di bagian lain, pengaruh global BRICS pun semakin menguat. Blok ekonomi itu juga mendorong untuk memperluas pengaruh globalnya. Seorang pejabat Rusia mengatakan minggu ini bahwa Rusia secara aktif mendiskusikan perluasan BRICS dengan negara-negara anggota. Sejauh ini, 19 negara disebut-sebut telah mendaftar untuk bergabung dengan grup tersebut atau telah menyatakan minat untuk bergabung, di antaranya Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Indonesia, Meksiko dan Mesir.

Perkembangan tersebut seakan memperkuat tren de-dolarisasi yang berkembang saat ini. Banyak pula yang memperingatkan bahwa mata uang BRICS akan mengikis dominasi dolar AS. Kendati demikian, dolar AS tercatat masih mendominasi perdagangan internasional di mana digunakan dalam 84,3% perdagangan lintas batas.

Namun demikian, mengutip foreignpolicy.com, dari sisi ekonomi, prospek kesuksesan mata uang BRICS adalah hal yang nyata. Meski masih banyak pertanyaan praktis yang belum terjawab, mata uang baru itu dinilai benar-benar dapat mendepak dolar AS sebagai mata uang cadangan anggota BRICS.

Jika BRICS hanya menggunakan mata uang baru itu untuk perdagangan internasional, maka mereka akan menghilangkan penghalang yang sekarang menggagalkan upaya mereka untuk melepaskan diri dari hegemoni dolar. Upaya tersebut sekarang seringkali berbentuk perjanjian bilateral untuk memperdagangkan mata uang non-dolar, seperti yuan, yang sekarang menjadi mata uang utama perdagangan antara China dan Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Inggris Dihantam Isu...
Inggris Dihantam Isu Keributan di Kamar Ganti, Harry Kane Semprot Media
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved