Krisis Ekonomi Terburuk dalam 70 Tahun Menimpa Sri Lanka, Bank Sentral Blejeti Masalahnya
Selasa, 02 Mei 2023 - 17:47 WIB
loading...
A
A
A
Default terjadi ketika pemerintah tidak dapat memenuhi sebagian atau seluruh pembayaran utang mereka kepada kreditor. Kondisi tersebut merusak reputasinya dengan pemberi pinjaman, membuatnya semakin sulit untuk meminjam uang di pasar internasional.
"Ekonomi Sri Lanka menghadapi tahun yang paling berat dalam sejarah pasca-kemerdekaannya," kata laporan itu.
Model ekonomi "tidak berkelanjutan" "mengarahkan negara menuju bencana multifaset," tambahnya.
Sri Lanka berutang sekitar USD7 miliar atau setara Rp102,6 triliun (Kurs Rp14.659/USD) ke China dan sekitar USD1 miliar ke India. Pada bulan Februari, kedua negara sepakat untuk merestrukturisasi pinjaman mereka, memberi Sri Lanka lebih banyak waktu untuk membayarnya kembali.
Bulan lalu, IMF setuju untuk meminjamkan Sri Lanka sebesar USD3 miliar. Angka tersebut di atas pinjaman USD600 juta dari Bank Dunia tahun lalu. Pemerintah Sri Lanka saat ini sedang menegosiasikan pembayaran utangnya dengan pemegang obligasi dan kreditur sebelum IMF meninjau situasi pada bulan September.
"Ekonomi Sri Lanka menghadapi tahun yang paling berat dalam sejarah pasca-kemerdekaannya," kata laporan itu.
Model ekonomi "tidak berkelanjutan" "mengarahkan negara menuju bencana multifaset," tambahnya.
Sri Lanka berutang sekitar USD7 miliar atau setara Rp102,6 triliun (Kurs Rp14.659/USD) ke China dan sekitar USD1 miliar ke India. Pada bulan Februari, kedua negara sepakat untuk merestrukturisasi pinjaman mereka, memberi Sri Lanka lebih banyak waktu untuk membayarnya kembali.
Bulan lalu, IMF setuju untuk meminjamkan Sri Lanka sebesar USD3 miliar. Angka tersebut di atas pinjaman USD600 juta dari Bank Dunia tahun lalu. Pemerintah Sri Lanka saat ini sedang menegosiasikan pembayaran utangnya dengan pemegang obligasi dan kreditur sebelum IMF meninjau situasi pada bulan September.
(akr)
Lihat Juga :