Kinerja Solid, MNCN Bukukan Pendapatan Rp2,4 Triliun di Kuartal I 2023
Selasa, 02 Mei 2023 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Pendapatan non-digital atau pendapatan FTA Perseroan turun 12% YoY dibandingkan tahun lalu, tercatat sebesar Rp1.511 miliar untuk Q1-2023. Namun, kinerja yang kuat di seluruh program TV kami dan pemanfaatan iklan kreatif yang tidak memakan air time telah membantu Perseroan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri, yang ditunjukkan secara QoQ, tumbuh sebesar 75%, dibandingkan dengan kuartal IV 2022.
Pendapatan konten dan IP untuk Q1-2023 turun 14% YoY menjadi Rp345 miliar. Pendapatan konten bersih (ditampilkan sebagai pendapatan konten setelah eliminasi) mencapai Rp69 miliar. Ini mewakili pendapatan MNCN dari melisensikan kontennya ke berbagai platform distribusi pihak ketiga.
Beban langsung Perseroan turun 6% YoY menjadi Rp920 miliar untuk Q1-2023. Sekali lagi, ini adalah respon terhadap pemulihan belanja iklan, karena Perseroan mencadangkan sebagian besar program unggulannya untuk Q2-2023 dan kedepan. Peningkatan efisiensi juga terbentuk dari operasi produksi konten di Movieland. Selain itu, dengan mengurangi kesepakatan lisensi pihak ke-3 dengan studio konten asing, telah terjadi peningkatan siaran konten lokal di FTA MNCN hingga 90%.
Dari sisi laba kotor, MNCN mengalami penurunan sebesar 7% menjadi Rp1.425 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh dampak penerapan ASO yang cukup memberikan ketidakpastian di industri. Namun, kuartal ini telah menunjukkan peningkatan sebesar 53% dibandingkan kuartal IV 2022.
EBITDA Perseroan untuk Q1-2023 mencapai Rp1.057 miliar turun 7% YoY (+63% QoQ) dibandingkan tahun sebelumnya, mewakili marjin EBITDA sebesar 43%. Selain itu, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp677 miliar pada kuartal I 2023, yang merupakan margin laba bersih sebesar 28%. Meskipun demikian, MNCN mencatatkan peningkatan 92% secara dibandingkan kuartal II 2022.
Pendapatan konten dan IP untuk Q1-2023 turun 14% YoY menjadi Rp345 miliar. Pendapatan konten bersih (ditampilkan sebagai pendapatan konten setelah eliminasi) mencapai Rp69 miliar. Ini mewakili pendapatan MNCN dari melisensikan kontennya ke berbagai platform distribusi pihak ketiga.
Beban langsung Perseroan turun 6% YoY menjadi Rp920 miliar untuk Q1-2023. Sekali lagi, ini adalah respon terhadap pemulihan belanja iklan, karena Perseroan mencadangkan sebagian besar program unggulannya untuk Q2-2023 dan kedepan. Peningkatan efisiensi juga terbentuk dari operasi produksi konten di Movieland. Selain itu, dengan mengurangi kesepakatan lisensi pihak ke-3 dengan studio konten asing, telah terjadi peningkatan siaran konten lokal di FTA MNCN hingga 90%.
Dari sisi laba kotor, MNCN mengalami penurunan sebesar 7% menjadi Rp1.425 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh dampak penerapan ASO yang cukup memberikan ketidakpastian di industri. Namun, kuartal ini telah menunjukkan peningkatan sebesar 53% dibandingkan kuartal IV 2022.
EBITDA Perseroan untuk Q1-2023 mencapai Rp1.057 miliar turun 7% YoY (+63% QoQ) dibandingkan tahun sebelumnya, mewakili marjin EBITDA sebesar 43%. Selain itu, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp677 miliar pada kuartal I 2023, yang merupakan margin laba bersih sebesar 28%. Meskipun demikian, MNCN mencatatkan peningkatan 92% secara dibandingkan kuartal II 2022.
Lihat Juga :