Properti Jakarta Lebih Mahal dari New York, Investor Incar Pinggiran

Selasa, 21 Juli 2020 - 23:17 WIB
loading...
Properti Jakarta Lebih...
Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Harga properti di Jakarta dinilai sudah terlalu tinggi. Hal ini menyebabkan banyak properti di ibu kota sulit terjual. Menurut Dimas Putra, Direktur Indonesia Property Research Center, tingginya harga jual justru membuat investor akan kesulitan untuk melego propertinya.

“Berdasarkan rasio perhitungan rumah atau properti terhadap pendapatan yang dilakukan oleh World Bank Time To Act 2019, ditemukan fakta yang belum banyak diketahui masyarakat. Ternyata harga rumah di Jakarta lebih tinggi dibandingkan beberapa kota besar dunia, seperti London, Bangkok, dan Kuala Lumpur. Bahkan harga hunian di ibu kota melampaui New York maupun Tokyo" ujar Dimas Putra dalam keterangannya Selasa (21/7/2020).

Saat ini, investor dan end user banyak melirik kawasan suburban yang harganya lebih murah. Di kawasan koridor timur ibu kota misalnya, dengan jangkauan bisnis di skala internasional, banyak perusahaan yang berkembang di kawasan ini berasal dari luar negeri, seperti Singapura, Inggris, Jerman, Korea, Jepang, Cina, Malaysia, Taiwan, Timur Tengah.

‘’Keunggulan inilah yang menjadikan Cikarang sebagai area strategis dan berpotensi sebagai penggerak industri nasional,” tutupnya. Sedangkan di kawasan selatan ibu kota, dukungan infrastruktur transportasi membuat kawasan ini juga tumbuh pesat.

Mahalnya harga properti di ibukota membuat para pelaku bisnis di sektor properti pun optimistis kawasan suburban akan berkembang menjadi kota baru. PT Adhi Commuter Properti, misalnya tetap optimistis bahwa konsumen tetap melihat properti sebagai investasi yang menjanjikan.

Apalagi, saat ini langkah Bank Indonesia untuk memulihkan sektor properti telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 4,50%. “Kebijakan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga memberikan angin segar bagi sektor properti yang terimbas pandemi Covid-19,” ujar Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Rizkan Firman. ( Baca juga:Investasi Properti di Asia Pasifik Tak Diminati, Anjlok 32% )

ACP sendiri optimistis meraih penjualan pada kuartal II-2020 senilai Rp150 miliar dan akhir tahun ini mencapai Rp1,2 triliun. Selain mengandalkan penjualan dari proyek hunian dan komersial yang terintegrasi transportasi (transit oriented development/TOD) LRT City di Jabodetabek dan jaringan Grandhika Hotel Indonesia, ACP juga mengandalkan Adhi City Sentul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Pakai Mobil Listrik...
Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Menuju Fungsional, Hutama...
Menuju Fungsional, Hutama Karya Catatkan Progres Signifikan Sekolah Rakyat DKI Jakarta dan Banten untuk Tahun Ajaran Baru
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
Rekomendasi
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Berita Terkini
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved