Suku Bunga The Fed Naik Jadi 5,25%, BI Optimistis Rupiah Menguat

Senin, 08 Mei 2023 - 22:15 WIB
loading...
Suku Bunga The Fed Naik...
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menanggapi kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) mencapai level 5,25%. Dia mengungkapkan strategi yang akan diambil BI ke depan terkait suku bunga .

"Suku bunga ke depan bagaimana. Statement kami tetap sama, bahwa 5,75% itu telah memadai sejak Januari 2023 sehingga dengan memadai itu belum ada rencana menaikkan kembali," ungkap Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (8/5/2023).

Baca Juga: Gawat, The Fed Tidak Bisa Melindungi AS dari Gagal Bayar Utang

Dia mengatakan suku bunga dilihat dari langkah BI sejak bulan Januari hingga April 2023 yang menahan BI7DRRR di 5,75% dan level tersebut dinilai cukup.

"Pertanyaannya tentu saja bahwa FFR seusai prediksi BI kemarin kenaikan terakhir 5,25%, mereka tentunya akan melihat kembali dampak pengetatan yang dilakukan pada penurunan inflasi disana. Itu sesuai dengan prediksi BI," lanjut Perry.

Dia juga menyebut kemungkinan bahwa kenaikan FFR sebesar 5,25% ini adalah yang terakhir. Memandang hal tersebut, BI semakin yakin bahwa rupiah akan menguat.

"Tempo hari rupiah belum menguat karena belum ada kepastian dari FFR, tapi sekarang ada kepastian dan Rupiah bakal menguat mengarah pada nilai fundamentalnya," ucap Perry.

Baca Juga: Nasib Pasar Modal Indonesia di Tengah Tekanan Suku Bunga The Fed

Dia mengatakan, nilai fundamentalnya kemudian itu mendukung penguatan rupiah, inflasi yang lebih rendah, pertumbuhan lebih tinggi, imbal hasil yield yang menarik, dan tentunya cadangan devisa yang tinggi. "Ini faktor-faktor fundamental yang mendukung penguatan atau stabilitas nilai tukar Rupiah untuk FFR," pungkas Perry.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Cerita Perjalanan Revisi...
Cerita Perjalanan Revisi UU Polri, Kapolri Singgung Aksi Demo Agustus Kelam
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Berita Terkini
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved