Relaksasi Kredit Masih Tersisa Rp405 Triliun, Ini Langkah OJK

Senin, 08 Mei 2023 - 23:33 WIB
loading...
Relaksasi Kredit Masih...
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan relaksasi kredit terdampak Covid-19 berakhir Maret 2023. Berdasarkan laporan OJK, jumlah kredit yang mendapatkan restrukturisasi masih tersisa Rp405,42 triliun dari 1,83 juta debitur.

"Untuk perkembangan masing-masing bank, secara detail kami akan melihat bulan ini, karena penghitungan kondisi akhir Maret 2023 dilakukan masing-masing bank masih di akhir April minggu lalu," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar saat Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Jakarta, Senin (8/5/2023).

Baca Juga: OJK Bocorkan Soal Kelanjutan Izin IPO Pertamina Hulu Energi

Secara menyeluruh, lanjut dia, jika dilihat antisipasi perubahan terhadap NPL kredit yang tidak diperpanjang sampai Maret 2024, diperkirakan berada pada tingkat kecukupan meningkat baik.

"Untuk cover kredit jatuh tempo NPL Maret 2023 itu memadai. Kami tidak mengantisipasi peningkatan NPL berlebihan, 25-26% kisarannya sangat memadai," ungkap Mahendra.

Lebih lanjut, langkah ke depan setelah periode selesai, maka tentu setiap bank membangun dan memantau ketat ruang kredit restrukturisasi. Adapun jumlah peserta dalam program kredit restrukturisasi semula mencapai 5,8 juta peserta debitur, kemudian pada data terakhir April sebanyak 1,83 juta debitur.

Baca Juga: Cegah Penipuan Keuangan Ilegal, Wapres Minta OJK Tingkatkan Pengawasan

"Ini menunjukkan bahwa sebagian besar bisa menyelesaikan program itu, bukan hanya perbankan, tetapi program tadi mengembalikan kondisi debitur jadi lebih baik," pungkas Mahendra
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadirkan Pengalaman...
Hadirkan Pengalaman Relaksasi Mewah lewat Kursi Pijat Pintar Berbasis AI
Prabowo Sentil Pengusaha...
Prabowo Sentil Pengusaha Besar Suka Minta Restrukturisasi Kredit ke Pemerintah
Utang UMKM Rp2,7 Triliun...
Utang UMKM Rp2,7 Triliun Sudah Direstrukturisasi, OJK Minta Hapus Kredit Macet Lanjut
Deregulasi Impor 10...
Deregulasi Impor 10 Komoditas Resmi Dirilis, Ini Daftarnya
Kemendag dan Kemenkeu...
Kemendag dan Kemenkeu Relaksasi Impor, Industri Dalam Negeri Khawatir Deindustrialisasi
Perprindo Apresiasi...
Perprindo Apresiasi Terbitnya Aturan Soal Relaksasi Izin Impor
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Friderica Widyasari...
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi PJ Ketua OJK
Gagas No Tax for Knowledge,...
Gagas No Tax for Knowledge, Forum Pemred Dorong Relaksasi Pajak untuk Perusahaan Media
Rekomendasi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved