Wamendag Sebut Pemulihan Ekonomi Penting Agar Terhindar dari Resesi

Rabu, 22 Juli 2020 - 12:41 WIB
loading...
Wamendag Sebut Pemulihan...
Wamendag Jerry Sambuaga mengapresiasi pembentukan komite penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi oleh Presiden Jokowi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Presiden Jokowi telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi sebagai bentuk mitigasi di bidang kesehatan dan perekonomian secara beriringan. Pembentukan tim tersebut dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 tahun 2020 dimana Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ditunjuk menjadi ketua dengan Menteri BUMN dan Erick Thohir sebagai ketua pelaksana.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mendukung pembentukan komite tersebut. Menurut dia, tim ini akan mengefektifkan kerja pemerintah dalam melakukan mitigasi kesehatan dan ekonomi yang saat ini tengah dilakukan.

(Baca Juga: Ini Alasan Presiden Bentuk Komite Pemulihan Pandemi dan Ekonomi)

"Sejak semula kami di Kemendag sudah menjadi bagian integral dalam mitigasi ekonomi. Jadi sebenarnya ini tinggal meningkatkan kinerja, sinergi dan koordinasi saja. Dengan adanya Perpres itu sistem dan mekanisme kerja kita yang sudah baik akan menjadi semakin baik. Saya optimis itu," kata Jerry, Rabu (22/7/2020).

Jerry menilai, tugas pemulihan ekonomi sangat penting. Apalagi sudah ada banyak negara, termasuk Singapura yang memasuki masa resesi. Indonesia, kata dia, memang harus melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengantisipasi dampak yang lebih dalam dari Covid-19.

Di sektor perdagangan, Kemendag terus meningkatkan kinerja dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. “Ada beberapa fokus kita, baik itu di pasar rakyat, pasar modern, maupun perdagangan luar negeri, juga soal perjanjian internasional. Kita ingin memastikan semuanya bisa berjalan dengan baik dan lebih aman dari dampak penularan Covid-19," tuturnya.

(Baca Juga: Komite Penanganan Covid-19 Dibentuk, Kadin: Dunia Usaha Berharap Besar)

Sejauh ini, kata Jerry, kinerja perdagangan cukup positif. Beberapa indikator tersebut di antaranya stabililitas harga barang, terutama pangan. "Sampai saat ini tidak ada gejolak harga yang begitu tajam dan berlarut-larut. Mungkin catatan kita yang utama kemarin adalah soal gula. Tapi syukur kita bisa mengatasinya," ucapnya.

Wamen milenial itu mengatakan, jajaran Kemendag mengikuti arahan Presiden agar bertindak di luar kebiasaan (extra ordinary). Meski berdampak negatif, menurut Jerry, pandemi Covid-19 membawa berkah tersembunyi. Kini, banyak pelaku usaha yang mendorong bisnisnya ke dunia internet.

"Kemendag sedang menggodok upaya digitalisasi pasar. Tentu ini bukan hanya soal sistem pembayaran tetapi juga berkaitan dengan sistem perdagangan secara keseluruhan seperti pada aspek logistik, data produk, perilaku konsumen dan sebagainya. Pandemi ini justru bisa menjadi katalisator untuk mempercepat proses itu," katanya.

Selain itu, dia melihat wabah ini bisa mendorong potensi perdagangan baru seperti game atau aplikasi online. Dia yakin produk virtual semacam ini suatu saat bisa diekspor. Potensi tersebut ditopang SDM Indonesia yang dinilainya sangat banyak dan kreatif.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
BPS dan Kemendag Perkuat...
BPS dan Kemendag Perkuat Sinergi Penyediaan Data Harga Bahan Pokok
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
JETRO Jakarta dan Kementerian...
JETRO Jakarta dan Kementerian Perdagangan RI Gelar Business Matching Perusahaan Jepang–Indonesia
5 Bos Perusahaan Gula...
5 Bos Perusahaan Gula Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi Impor Gula
Rekomendasi
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
AS Coba Rayu New Delhi...
AS Coba Rayu New Delhi Agar Menjauh dari Moskow dengan Jet F-35
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved