Jalin Hubungan dengan Rusia, Perusahaan China Akan Masuk Daftar Hitam Uni Eropa

Kamis, 11 Mei 2023 - 11:22 WIB
loading...
A A A
Pada hari Senin, juru bicara kementerian luar negeri China, Wang Wenbin mengatakan, China mendesak Uni Eropa untuk tidak mengambil "jalan yang salah". Ia juga mengungkapkan, pihaknya siap untuk mengambil tindakan untuk melindungi hak dan kepentingannya.

"China menentang tindakan yang mengatasnamakan kerja sama China-Rusia sebagai dalih untuk menjatuhkan sanksi ilegal atau perpanjangan yurisdiksi terhadap China," kata Wang pada konferensi pers reguler.

Financial Times melaporkan sebelumnya pada awal pekan kemarin bahwa perusahaan yang terlibat adalah 3HC Semiconductors dan King-Pai Technology yang berbasis di daratan China, serta Sinno Electronics, Sigma Technology, Asia Pacific Links, Tordan Industry dan Alpha Trading Investments di Hong Kong.

Mereka diyakini termasuk perusahaan yang ditambahkan ke daftar hitam, serta ada juga beberapa individu yang dianggap terlibat dalam mendeportasi anak-anak Ukraina dan memindahkan barang-barang budaya ke Rusia dari zona perang di Ukraina, kata sumber itu.

Rencana yang bakal menjadi paket sanksi ke-11 Uni Eropa terhadap Rusia sejak menginvasi Ukraina pada Februari 2022, blok itu akan memperkenalkan mekanisme baru untuk memotong ekspornya ke negara-negara ketiga yang dianggap tidak patuh sanksi terhadap Rusia.

"Ini akan menjadi kapal kosong untuk saat ini yang kemudian dapat diisi sesuai kebutuhan," kata seorang diplomat Uni Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Rekomendasi
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Prabowo Resmikan RSUD...
Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Komitmen Ingin Memodernisasi RS dalam 3 Tahun
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Infografis
Uni Eropa Mempertimbangkan...
Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved