Optimalisasi Pemanfaatan Gas Penting di Masa Transisi Energi
Senin, 15 Mei 2023 - 18:31 WIB
loading...
Pemanfaatan gas di masa transisi menuju energi baru terbarukan dinilai sebagai pilihan yang paling rasional. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Gejolak geopolitik dipastikan berpengaruh terhadap komoditi energi, khususnya minyak dan gas (migas) di dalam negeri. Terkait dengan itu, perlu ada persiapan di dalam negeri untuk menghadapi ketidakpastian global di sektor energi dengan optimalisasi pemanfaatan gas di masa transisi menuju energi baru terbarukan.
"Saat ini kita masih berputar dengan energi fosil, tapi suatu saat nanti akan ke zero emisi. Di antara fosil dan zero emisi ada di tengah-tengah itu dinamakan transisi. Energi fosil yang dampak emisi terhadap lingkungannya kecil atau minimum dalam hal ini adalah gas bumi. Maka gas menjadi pilihan yang harus kita gunakan selama masa transisi, sebelum nanti benar-benar beralih ke energi baru terbarukan," ungkap Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar dalam keterangan tertulis, Senin (15/5/2023).
Baca Juga: Gas Masih Penting dalam Transisi Energi, Ini Alasannya
Arcandra mengatakan bahwa gas bumi juga merupakan salah satu komoditi energi yang ikut berperan dalam mendorong ketahanan ataupun kemandirian energi dalam negeri saat ini. Berbasis pada undang-undang di mana sumber daya alam (SDA) harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, pemanfaatan gas menurutnya harus diarahkan pada upaya untuk memperpanjang rantai pengolahan di dalam negeri agar kebermanfaatannya bagi masyarakat semakin besar.
"Gas dapat diolah menjadi LNG, bisa saja dalam bentuk petrochemical atau pupuk, itu rantainya sudah panjang. Apalagi petrochemical, produk turunannya semakin banyak lagi. Semakin banyak turunannya, maka harganya akan semakin tinggi dan kebermanfaatannya juga semakin tinggi. Prinsip itu yang harus kita kembangkan, sehingga lapangan kerja tercipta dan pertumbuhan ekonomi kian merata ke daerah-daerah," tandasnya.
"Saat ini kita masih berputar dengan energi fosil, tapi suatu saat nanti akan ke zero emisi. Di antara fosil dan zero emisi ada di tengah-tengah itu dinamakan transisi. Energi fosil yang dampak emisi terhadap lingkungannya kecil atau minimum dalam hal ini adalah gas bumi. Maka gas menjadi pilihan yang harus kita gunakan selama masa transisi, sebelum nanti benar-benar beralih ke energi baru terbarukan," ungkap Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar dalam keterangan tertulis, Senin (15/5/2023).
Baca Juga: Gas Masih Penting dalam Transisi Energi, Ini Alasannya
Arcandra mengatakan bahwa gas bumi juga merupakan salah satu komoditi energi yang ikut berperan dalam mendorong ketahanan ataupun kemandirian energi dalam negeri saat ini. Berbasis pada undang-undang di mana sumber daya alam (SDA) harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, pemanfaatan gas menurutnya harus diarahkan pada upaya untuk memperpanjang rantai pengolahan di dalam negeri agar kebermanfaatannya bagi masyarakat semakin besar.
"Gas dapat diolah menjadi LNG, bisa saja dalam bentuk petrochemical atau pupuk, itu rantainya sudah panjang. Apalagi petrochemical, produk turunannya semakin banyak lagi. Semakin banyak turunannya, maka harganya akan semakin tinggi dan kebermanfaatannya juga semakin tinggi. Prinsip itu yang harus kita kembangkan, sehingga lapangan kerja tercipta dan pertumbuhan ekonomi kian merata ke daerah-daerah," tandasnya.
Lihat Juga :