Hadiri KTT G7, Jokowi Usul Pembentukan OPEC Versi Negara Penghasil Nikel hingga Sawit

Minggu, 21 Mei 2023 - 16:46 WIB
loading...
Hadiri KTT G7, Jokowi...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangan pers secara virtual terkait pertemuan KTT G7 di Jepang, Minggu (21/5/2023). Foto/tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan terbentuknya organisasi tingkat dunia yang serupa dengan organisasi negara-negara pengekspor minyak atau The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) . Nantinya, organisasi tersebut akan berfokus kepada produk strategis lainnya, yaitu nikel dan sawit.

Menurut Jokowi, anggota Group of Seven (G7) bisa menjadi mitra pembangunan hilirisasi industri Indonesia melalui kelembagaan tersebut.

Kepala Negara juga menegaskan, kolaborasi diperlukan guna mendukung industri nikel dan sawit ke depannya. Usulan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri salah satu pertemuan KTT G7 2023 di Jepang.

“Bapak Presiden Jokowi mengajak negara anggota G7 sebagai mitra pembangunan hilirisasi industri Indonesia dan mengusulkan dibentuk lembaga semacam ‘OPEC’. Beliau menegaskan bahwa yang diperlukan dunia saat ini adalah kolaborasi, bukan polarisasi yang memecah belah,” beber Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangan pers secara virtual, Minggu (21/5/2023).

Dengan demikian, sambung dia, terdapat kelembagaan nikel dan sawit yang tujuannya serupa dengan OPEC yakni untuk mengoordinasikan kebijakan dan menjaga pasar tetap stabil guna mengamankan pasokan reguler bagi konsumen.

Retno menjelaskan, Presiden Jokowi juga berulang kali menegaskan pentingnya kolaborasi global yang setara dan inklusif.

Baca juga: Gara-gara Industri Nikel Didominasi China, Indonesia Bisa Tak Cicipi Subsidi Rp5.500 Triliun dari Amerika

Pernyataan ini sekaligus menekankan untuk memberhentikan kebijakan monopoli dan diskriminasi terhadap komoditas negara berkembang karena setiap negara memiliki hak pembangunan (right to development) dan hak mengolah sumber daya alam untuk menghasilkan nilai tambah.

“Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi menekankan setiap negara harus menghormati keputusan masing-masing negara dalam mengolah sumber daya alam,” kata Retno.

Baca juga: Kalah di WTO Lawan Eropa, Indonesia Banding Gugatan Nikel

Dengan demikian, Presiden Jokowi mengharapkan kolaborasi yang lebih setara dan menguntungkan bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia mulai beranjak dari peran sebagai negara pengekspor barang mentah menjadi negara yang melakukan hilirisasi industri untuk mendapatkan nilai tambah.

“Ini bukan berarti Indonesia menutup diri melainkan Indonesia meningkatkan kerja sama dalam bentuk lain yang lebih setara dan saling menguntungkan. Itulah pesan Presiden,” tutup Retno.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Penasihat UEA Blak-blakan...
Penasihat UEA Blak-blakan Hengkang dari OPEC: Masa Kejayaan Minyak Mulai Berakhir
Hengkang dari OPEC,...
Hengkang dari OPEC, UEA Gandakan Kapasitas Ekspor Minyak di 2027
OPEC Belum Tamat usai...
OPEC Belum Tamat usai Ditinggal UEA, 7 Raksasa Minyak Geber Produksi 188.000 Barel/Hari
ADNOC Siapkan Investasi...
ADNOC Siapkan Investasi Rp953 Triliun Pascakeluarnya UEA dari OPEC
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Rekomendasi
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved