Potensi Ekonomi Digital RI Capai Rp4.500 T di 2030, Peningkatan Talenta Digital Mendesak

Sabtu, 20 Mei 2023 - 07:47 WIB
loading...
Potensi Ekonomi Digital...
Indonesia membutuhkan setidaknya 600.000 talenta digital setiap tahunnya. Foto/pexels/fauxels
A A A
JAKARTA - Transformasi digital telah menyentuh hampir semua lini bisnis dan kehidupan masyarakat. Selain menciptakan beragam pekerjaan baru, potensi ekonomi digital di Indonesia juga fantastis, tembus ribuan triliun!

Potensi tersebut tentunya harus dapat dimanfaatkan secara nyata untuk kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan dan penyiapan talenta digital lokal yang berkualitas.

Hal ini mengemuka dalam webinar Literasi Digital bertajuk “Menjadi Generasi Cakap, Kreatif, dan Inovatif di Era Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi di Jawa Barat, Senin (15/5).

Webinar menghadirkan narasumber dosen sekaligus digital enthusiast M Adhi Prasnowo, Relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Enny Bonaventura, dan CEO Guru Youtuber Dirgantara Wicaksono.

Berdasar penelitian We are Social Hootsuite (2022), per Februari di Indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet yang setara dengan 73,7% dari populasi penduduk Indonesia. Jumlah tersebut meningkat 1% atau sebanyak 2,1 juta dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi lain, survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 mengungkap bahwa dari tiga sub indeks dalam Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia, yaitu akses dan infrastruktur, intensitas penggunaan, serta keahlian/kecakapan, sub indeks keahlian skor-nya paling rendah.

“Padahal, di era sekarang ini, teknologi digital membawa manfaat yang luar biasa besar. Teknologi digital dapat menghemat waktu, meningkatkan efisiensi bisnis, meningkatkan kualitas pendidikan, serta dapat membuka peluang pekerjaan baru,” ujar M Adhi Prasnowo, dikutip Sabtu (20/5/2023).

Dia melanjutkan, saat ini tumbuh ragam pekerjaan yang membutuhkan keahlian atau kecakapan digital. Contohnya adalah bisnis pada perdagangan elektronik (e-commerce), pemasaran digital, penerjemah, kreator konten, konsultan, event planner, social media specialist, atau blogger.

“Beragam pekerjaan tersebut berpotensi menjadi sumber penghasilan dengan konsep kerja yang lebih fleksibel,” tukasnya.

Dirgantara Wicaksono menambahkan, transformasi digital terus diupayakan di berbagai lini kehidupan masyarakat. Hal ini kemudian berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan talenta digital di Tanah Air.

Dia menekankan bahwa kebutuhan akan talenta digital ini harus disikapi dengan serius, karena Indonesia bercita-cita ingin menjadi bangsa yang kompetitif di kancah global.

“Namun, ada tantangan dalam upaya memenuhi kebutuhan talenta digital di Indonesia. Tantangan itu berupa kesenjangan antara sumber daya dengan lapangan kerja yang ada. Saat ini dibutuhkan setidaknya 600.000 talenta digital setiap tahunnya di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam rangka mendukung kesiapan talenta digital menuju Visi Indonesia Emas 2045, tandas Dirgantara, kolaborasi dan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan amat dibutuhkan.

Terlebih lagi pada 2030 mendatang, diperkirakan akan ada kekurangan 47 juta talenta digital di seluruh dunia. Di satu sisi, potensi ekonomi digital di Indonesia pada 2030 diperkirakan mencapai Rp4.500 triliun.

Sementara itu, Enny Bonaventura menyoroti soal etika dalam berkarya di ruang digital. Jangan lantaran ingin meraup cuan sebesar-besarnya lalu mengesampingkan moral dan etika dalam berkarya.

Enny menegaskan, seperti halnya di dunia nyata, di dunia maya etika tetap diperlukan dan harus ditegakkan. Memegang teguh etika dapat mencegah kerugian akibat konten yang dibuat.

“Selain itu, etika dapat menjaga kenyamanan dan lingkungan digital yang kondusif. Etika juga mendorong inovasi digital yang lebih bertanggung jawab,” ucapnya.

Baca juga: Pakar UGM: Di Era Digital, Buku Bukan Lagi Alat Utama Pembelajaran

Enny menyarankan agar dalam berkarya di ruang digital harus mematuhi aturan perundangan yang berlaku. Dilarang keras menjiplak atau bertindak plagiarisme dalam berkarya.

Selain itu, hormati karya orang lain, hargai nilai dan kepercayaan publik, tidak menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian, dan konsisten menghadirkan konten berkualitas.

Sebagai informasi, Kemenkominfo menggelar webinar atau workshop literasi digital dengan materi yang didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Baca juga: Keamanan Data di Tengah Tsunami Digital

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam sambutan secara daring menyampaikan bahwa selain membangun infrastruktur digital, pusat-pusat data, dan telekomunikasi di seluruh Indonesia, Kemenkominfo juga secara langsung mengadakan sekolah vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang bertalenta digital.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
White Paper MDI Ventures...
White Paper MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif di Indonesia
Topping Off SMX01 Perkuat...
Topping Off SMX01 Perkuat Fondasi Infrastruktur Digital Indonesia
Astranauts 2026, Akselerasi...
Astranauts 2026, Akselerasi Transformasi Digital dan Efisiensi untuk Perkuat Ekonomi
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa...
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
Marak Risiko Aktivitas...
Marak Risiko Aktivitas Digital, HGI dan Polda Sumbar Gelar Literasi Digital
Pemerintah Diminta Perluas...
Pemerintah Diminta Perluas Program Literasi Digital hingga ke Daerah
Rekomendasi
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved