Dijegal China, Perusahaan Microchip AS Amsyong Rp75 Triliun

Senin, 22 Mei 2023 - 08:14 WIB
loading...
A A A
"Kami yakin sebagian besar pendapatannya di China tidak dihasilkan dari perusahaan telekomunikasi dan pemerintah. Oleh karena itu, dampak akhir pada Micron akan sangat terbatas," kata mereka dalam sebuah catatan.

Micron membuat chip memori flash DRAM dan NAND dan bersaing dengan Samsung Electronics Co Ltd Korea Selatan (005930.KS) dan SK Hynix Inc (000660.KS) serta Kioxia Jepang, unit dari Toshiba Corp (6502.T).

Pengumuman penjegalan China datang datang selama pertemuan puncak para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) di Jepang. "Bukan suatu kebetulan bahwa China menggunakan kesempatan KTT G7 untuk membalas pembuat chip utama AS," kata Christopher Miller, seorang profesor di Tufts University dan penulis 'Chip War: The Fight For The World's Most Critical Technology' .

Presiden AS Joe Biden pada hari Minggu mengatakan negara-negara G7 telah setuju untuk menghilangkan risiko dan mendiversifikasi hubungan mereka dengan China. Para pemimpin juga sepakat untuk membentuk inisiatif untuk melawan "paksaan" ekonomi.

"Kasus ini bisa menjadi ujian awal dari upaya G7 di depan," kata Miller.

China mengumumkan ulasannya terhadap produk Micron pada akhir Maret. Perusahaan mengatakan pada saat itu sedang bekerja sama dan operasi bisnisnya di China berjalan normal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Rekomendasi
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Roy Suryo Siapkan Rekaman...
Roy Suryo Siapkan Rekaman Video Penangkapannya sebagai Bukti Praperadilan
Logo HUT ke-81 RI Resmi...
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Fajar Novario Asal Padang Terpilih
Berita Terkini
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
Seskab Teddy Beberkan...
Seskab Teddy Beberkan Keberhasilan Program Magang Nasional: 30% Peserta Langsung Kerja
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved