Naik 24,6%, PP Presisi Bukukan Laba Bersih Rp182 Miliar di 2022
Rabu, 24 Mei 2023 - 11:15 WIB
loading...
PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun lalu. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT PP Presisi Tbk ( PPRE ) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun lalu. Emiten di sektor jasa pertambangan ini mencatatkan laba bersih Rp182 miliar naik 24,6% dibandingkan 2021 sebesar Rp146 miliar.
"Berkat strategi sustainability growth, perseroan berhasil menghadapi tantangan dan mengoptimalkan pendapatan melalui lini bisnis jasa pertambangan nikel. Itu dilakukan menerapkan strategi partnership terkait pengadaan alat berat dan sparepart," kata Direktur Keuangan, Manrisk dan Legal PP Presisi Arif Iswayudi dalam laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2022, di Jakarta, Rabu (24/5/2023).
Baca Juga: Dirut Pupuk Indonesia Ungkap Kunci Keberhasilan Mencetak Laba Bersih Rp18,51 Triliun
Lebih lanjut, Arif mengatakan perseroan mengatribusikan laba bersih kepada pemilik entitas Induk sebesar Rp100,75 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk cadangan wajib sebesar Rp5,03 miliar atau 5% dari laba bersih. Selain itu, 95% dari atribusi laba bersih tersebut atau sekitar Rp95,71 miliar untuk saldo laba ditahan.
Perseroan juga mencatatkan kinerja perusahaan untuk Tahun Buku 2022 yang positif dengan revenue mencapai Rp3,6 triliun, naik 29,5% dibanding tahun 2021 yang mencapai Rp2,8 triliun.
"Berkat strategi sustainability growth, perseroan berhasil menghadapi tantangan dan mengoptimalkan pendapatan melalui lini bisnis jasa pertambangan nikel. Itu dilakukan menerapkan strategi partnership terkait pengadaan alat berat dan sparepart," kata Direktur Keuangan, Manrisk dan Legal PP Presisi Arif Iswayudi dalam laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2022, di Jakarta, Rabu (24/5/2023).
Baca Juga: Dirut Pupuk Indonesia Ungkap Kunci Keberhasilan Mencetak Laba Bersih Rp18,51 Triliun
Lebih lanjut, Arif mengatakan perseroan mengatribusikan laba bersih kepada pemilik entitas Induk sebesar Rp100,75 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk cadangan wajib sebesar Rp5,03 miliar atau 5% dari laba bersih. Selain itu, 95% dari atribusi laba bersih tersebut atau sekitar Rp95,71 miliar untuk saldo laba ditahan.
Perseroan juga mencatatkan kinerja perusahaan untuk Tahun Buku 2022 yang positif dengan revenue mencapai Rp3,6 triliun, naik 29,5% dibanding tahun 2021 yang mencapai Rp2,8 triliun.
Lihat Juga :