Angkat Jempol! Tak Mau Tambangnya Dikuasai China, Kongo Minta Jatah Lebih Besar

Kamis, 25 Mei 2023 - 14:32 WIB
loading...
Angkat Jempol! Tak Mau...
Congo meminta jatah lebih banyak dari perusahaan patungan dengan China yang menguasai pertambangan. Foto/Swissinfo
A A A
JAKARTA - Tak mau kekayaan tambangnya, seperti kobalt dan tembaga, dikuasai China , Republik Demokratik Kongo berjuang untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya dalam usaha patungan dengan perusahaan China menjadi 70%, dari sebelumnya hanya 32%. Perjuangan itu ditempuh di tengah kekhawatiran kesepakatan yang memberikan terlalu banyak sumber daya Kongo dengan sedikit manfaat bagi negara.

Baca juga: 5 Drama China Rating Tertinggi sampai Pertengahan 2023

Dilansir dari Reuters, Kamis (25/3/2023), rencana memperbesar saham Kongo dan memiliki kendali lebih besar dalam mengelola usaha Sicomines--perusahaan patungan tambang yang saat ini didominasi oleh perusahaan China--dirinci dalam dokumen yang dilihat oleh Reuters, yang menguraikan tuntutan Kongo menjelang pembicaraan untuk merombak perjanjian infrastruktur mineral senilai USD6 miliar.

Presiden Kongo Felix Tshisekedi yang akan mengunjungi China menitahkan pemerintahnya pada 19 Mei lalu untuk melanjutkan pembicaraan setelah pemangku kepentingan Kongo "mengkonsolidasikan posisi mereka" pada kesepakatan 2008 lalu. Pakta yang berat sebelah, kata Kongo, menyisakan sedikit cara untuk mengendalikan operasi usaha dan sumber daya serta pendapatan yang meninggalkan negara itu.

Felix memerintahkan pembentukan komisi ad hoc pada bulan Maret untuk menyelaraskan posisi negosiasi lembaga-lembaga Kongo yang bertugas mengawasi pelaksanaan kesepakatan. Komisi tersebut termasuk perwakilan dari kepresidenan, pemerintah, auditor negara, Inspeksi Umum Keuangan (IGF), Badan Pengawasan, Koordinasi dan Pemantauan Perjanjian Kolaborasi yang ditandatangani antara Republik Demokratik Kongo dan mitra swasta, perusahaan tambang negara Gecamines, dan masyarakat sipil.

Dua anggota komisi yang tidak berwenang berbicara di depan umum membenarkan keaslian dokumen dan kesimpulan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Kedua sumber mengatakan kesimpulan tersebut akan menjadi dasar pembicaraan Kongo dengan perusahaan China.

"Pemerintah Kongo dan kepresidenan tidak menanggapi permintaan komentar," tulis Reuters ketika mengonfirmasi masalah ini.

Berdasarkan dokumen yang dilihat oleh Reuters, komisi itu mengatakan Kongo harus mencari bagian yang lebih besar di Sicomines karena perjanjian 2008 tidak memperhitungkan cadangan senilai USD90,9 miliar atau sekitar Rp1.305 triliun (kurs Rp14.500) yang dibawa Gecamines ke kesepakatan itu.

Perusahaan China Power Construction Corporation of China, juga dikenal sebagai Sinohydro, dan China Railway Group Limited, tidak menanggapi permintaan komentar.

Sinohydro Corp dan China Railway Group Limited telah setuju untuk membangun jalan dan rumah sakit dengan imbalan 68% saham di Sicomines, usaha patungan kobalt dan tembaga dengan perusahaan pertambangan negara Gecamines.

Kongo adalah produsen bahan baterai kobalt terbesar di dunia, dan produsen tembaga utama. Komisi tersebut mengatakan Kongo harus mendapatkan 60% saham di Sicomines untuk Gecamines dan anak perusahaannya, 10% saham yang tidak dapat dicairkan untuk negara bagian, dan 30% untuk perusahaan China, sehingga kesepakatan usaha patungan dinilai lebih adil.

Dikatakan jumlah yang dialokasikan dalam kesepakatan sebelumnya untuk membiayai infrastruktur, sekitar USD3 miliar termasuk bunga, tidak cukup dibandingkan dengan nilai cadangan mineral yang diserahkan oleh Gecamines. "Kami memperkirakan bahwa pinjaman untuk infrastruktur akan meningkat dari USD3 miliar menjadi USD6 miliar," kata salah satu sumber.

Dalam kesepakatan awal, USD3 miliar telah dialokasikan untuk mengembangkan usaha patungan Sicomines, dan USD3 miliar lainnya untuk infrastruktur di Kongo. Dalam pembicaraan renegosiasi, kompensasi akan diajukan, kata sumber itu.

"Kami akan meminta kompensasi sekaligus sebesar USD2 miliar, antara lain karena Sicomines menjual mineral dengan setengah harga kepada perusahaan China... jauh di bawah harga pasar," kata sumber itu, menambahkan bahwa denda akan dikenakan untuk semua kerusakan yang diderita Kongo.

Baca juga: Sebelum Disesuaikan Pada 1 Juni, Cek Dulu Harga BBM Pertamina Hari Ini

“Diperkirakan 90% dari ekspor pertambangan Kongo pergi ke China, tetapi kontribusinya terhadap PDB tidak melebihi 30%,” kata Jean-Pierre Okenda, direktur industri ekstraktif untuk Resource Matters, sebuah LSM yang menyerukan transparansi yang lebih besar dalam negosiasi.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Rekomendasi
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Berita Terkini
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved