Pacu Produksi Kereta, INKA Bakal Diguyur Rp1,5 Triliun Tahun Depan

Kamis, 25 Mei 2023 - 16:33 WIB
loading...
Pacu Produksi Kereta,...
Kementerian BUMN akan mengajukan dana PMN Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 1,5 triliun untuk PT INKA. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN akan mengajukan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp1,5 triliun untuk PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Dana tersebut nantinya dialokasikan untuk memperluas produksi kereta api.

Menteri BUMN Erick Thohir mengakui jumlah kereta api yang diproduksi INKA saat ini masih sangat terbatas. Bahkan, selama periode 2022-2025 perseroan belum bisa memasok jumlah Kereta Rel Listrik (KRL Commuter Line) yang dibutuhkan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Oleh sebab itu, suntikan dana Rp1,5 triliun tersebut diharapkan bisa memperluas kapasitas produksi BUMN di sektor manufaktur kereta api itu.

"Saya sudah memasukan juga ke 2024 salah satu PMN untuk INKA Rp1,5 triliun kalau nggak salah, asal konteksnya memperbesar produksi," ujar Erick saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Kamis (25/5/2023).

Menurut dia, tingkat produksi kereta api di dalam negeri yang cukup terbatas akan mendorong pemerintah mengambil alternatif impor. Adapun kasus saat ini adalah rencana mendatangkan rangkaian KRL bekas dari Jepang.

Namun, rencana tersebut masih menunggu keputusan dari Menteri Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Erick menyatakan, keputusan akan diambil berdasarkan data produksi KRL dari INKA untuk periode tertentu dan jumlah permintaan penumpangnya yang harus di-review oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

"Saya bilang waktu itu kan saya diundang rapat sama Menko (Luhut), Menhub, Menteri Perindustrian, lalu saya bilang saya menunggu dua data final, satu dari INKA berapa besar bisa memproduksi daripada gerbong itu, minta datanya. Saya juga meminta KAI untuk me-review ulang pasca Covid kenaikan jumlah (orang) yang memakai kereta," bebernya.

Baca juga: Soal Impor KRL Bekas Jepang, BPKP Menanti Sikap Luhut dan Erick Thohir

"Kalau data ini sudah keluar baru kita bisa sinkronkan, jadi bisa ada keputusan, berapa lokal berapa yang impor. Jadi, bukan ribut impor dalam negeri, tanpa solusi buat masyarakat," tandas Ketua Umum PSSI itu.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo memastikan impor KRL bekas asal Jepang bakal direalisasikan tahun ini. Rencananya pemerintah akan mendatangkan 12 rangkaian KRL dari Negeri Sakura.

Dia menyebut berdasarkan perhitungan di lapangan opsi impor harus dilakukan lantaran INKA tidak bisa memasok kereta yang dibutuhkan KCI saat ini.

Baca juga: Bos INKA Akui TKDN untuk Produksi Kereta Rel Listrik Baru 50%, Sisanya Impor

"Setelah kita hitung, memang kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk kita menunggu sampai produksi INKA ya, jadi kita sudah usulkan untuk ada penambahan impor 12 trainset," ungkapnya, Rabu (24/5).

Meski sinyal impor KRL bekas dilakukan tahun ini, dia mengatakan masih ada satu kali pertemuan dengan Luhut Binsar Pandjaitan. "Dan ini lagi mau kita rapatkan dengan pak Menko Marves segera," ujarnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
Rekomendasi
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Streaming VISION+
Satgas PRR Aceh Minta...
Satgas PRR Aceh Minta BPJN-Pemda Bangun Komunikasi dengan Warga Enang-Enang
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Berita Terkini
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
Manjakan Nasabah Premium,...
Manjakan Nasabah Premium, BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite dengan Fasilitas Kelas Dunia
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved