Bahan Bakar Asal Rusia Disedot Negara Asia, Tetangga Indonesia Tampung 3,5 Juta Ton

Jum'at, 26 Mei 2023 - 13:54 WIB
loading...
Bahan Bakar Asal Rusia...
Negara-negara Asia tetap menjadi tujuan utama ekspor gasoil vakum (VGO) dan bahan bakar minyak Rusia setelah embargo Uni Eropa diberlakukan, di antaranya ada dua tetangga Indonesia. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Negara- negara Asia tetap menjadi tujuan utama ekspor gasoil vakum (VGO) dan bahan bakar minyak Rusia setelah embargo Uni Eropa (UE) diberlakukan. Hal ini disampaikan oleh para pedagang dan berdasarkan data Refinitiv.

"Aliran yang cukup stabil untuk penyulingan dan bunkering," kata seorang pedagang seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Perbandingan Harga Minyak Rusia dengan Harga Pasaran Minyak Mentah Dunia

Menurut data Refinitiv, China dan India yang menjadi importir utama minyak Rusia masing-masing menyumbang sekitar 2,6 juta ton dan 2,1 juta ton ekspor produk minyak kotor dari pelabuhan Rusia sejak awal tahun. Kedua negara tersebut membeli bahan bakar minyak dan VGO untuk diproses lebih lanjut di kilang mereka.

Baca Juga: Dikucilkan Negara Barat, Rusia Mulai Ekspor Bahan Bakar ke Iran

Selain itu ada juga negara tetangga Indonesia yakni Singapura dan Malaysia yang termasuk dalam lima tujuan teratas untuk bahan bakar minyak dan VGO asal Rusia. Total aliran bahan bakar murah Rusia ke negara Asia Tenggara itu hampir mencapai 3,5 juta ton.

Sementara Turki dan Arab Saudi masing-masing menerima sekitar 1,6 juta ton, menurut data Refinitiv. Sedangkan Fujairah, tempat transit utama dan pusat pencampuran untuk produk minyak di Uni Emirat Arab, menerima hampir 1,4 juta ton bahan bakar minyak dan VGO sejak awal tahun ini.

Pada Februari 2023, UE (Uni Eropa) memperkenalkan larangan penuh atas pasokan produk minyak Rusia, tetapi bahan bakar minyak dan VGO Rusia telah dialihkan ke tempat lain karena pembatasan sebagian sudah berlaku pada Agustus 2022. Asia dan Timur Tengah serta juga pemuatan ship-to-ship (STS) menjadi cara paling populer untuk memotong sanksi sejak saat itu.

Pemuatan STS di dekat pelabuhan Kalamata Yunani juga telah menarik volume produk minyak kotor terbesar dari Rusia, yang melonjak menjadi 8 juta ton pada 2022 dan mencapai hampir 2,7 juta ton dari awal 2023. Para pedagang mengatakan kargo-kargo itu sebagian besar berakhir di Asia.

"(Tujuan utama adalah) China, Singapura dan beberapa kargo pergi ke India," tambah seorang pedagang yang dirahasiakan namanya.

Rusia juga mengekspor sejumlah kecil produk minyak mereka ke Afrika di bawah sanksi Eropa. Sebagian besar mendarat ke Senegal, yang telah membeli sekitar 114.000 ton bahan bakar minyak Rusia bulan ini, menurut Refinitiv.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Rekomendasi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Berita Terkini
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Infografis
4 Negara di Asia Tenggara...
4 Negara di Asia Tenggara yang Menjadi Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved