alexametrics

Krisis Ekonomi Jepang Tertolong Nasionalisme

loading...
Krisis Ekonomi Jepang Tertolong Nasionalisme
Ekonomi Jepang menurut pengamat ekonomi Aviliani telah mengalami masa resesi selama tiga tahun terakhir, namun hal itu seakan tertolong nasionalisme tinggi masyarakatnya/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pengamat ekonomi Aviliani mengungkapkan, perekonomian Jepang telah mengalami masa resesi selama tiga tahun. Pasalnya, ā€ˇproduk domestik bruto (PDB) Jepang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir secara berturut-turut.

Namun, resesi yang terjadi di negara berjuluk Matahari Terbit tersebut seakan tidak terlalu kelihatan. Orang hanya memandang perekonomian Jepang mengalami perlambatan, namun tidak sepenuhnya buruk sampai mengalami resesi.

Dia menilai, resesi yang telah tiga tahun dialami Jepang tidak kelihatan lantaran rasa nasionalisme masyarakat Jepang yang terlampau tinggi. Misalnya saja, jika pemerintah Jepang menjual obligasi maka masyarakat yang akan membeli.



"Dia (Jepang) nasionalisnya tinggi. Kalau pemerintah jual obligasi yang beli masyarakatnya," katanya dalam acara Manajer Forum XXIV MNC Group di Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Namun tambah dia, rasa nasionalisme tersebut kadang justru membuat ekonomi Jepang tidak tumbuh. Misalnya saja, akibat rasa nasionalisme itu Jepang melarang tenaga kerja asing (TKA) masuk dan bekerja di negara tersebut.

"Makanya di sana demand tidak tumbuh. Karena orang tuanya sudah 70%. Bahkan di sana sedang butuh suster penjaga orang tua, mau diimpor dari Filipina mereka nolak. Makanya ekonominya tidak tumbuh," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak